dari Aspirasi Warga Jadi Aksi Nyata, Jalan Sehat se-Kecamatan Pesantren Hadirkan Beragam Manfaat

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Jalan Sehat 2026 Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, tak hanya menjadi ajang olahraga bersama. Kegiatan yang digelar di Lapangan Grogol, Kelurahan Singonegaran, Minggu (8/11/2026), juga dimanfaatkan sebagai ruang mempererat hubungan masyarakat dengan pemerintah, menyerap aspirasi warga, hingga mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Mengusung tema “Bersatu, Bergerak, Berkarya” dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, kegiatan tersebut menghadirkan beragam aktivitas yang melibatkan masyarakat. Mulai dari senam bersama, jalan sehat, pelayanan publik, hingga stan pemberdayaan ekonomi lokal.

Sejumlah layanan turut disediakan untuk mendekatkan akses pemerintah kepada masyarakat. Di antaranya layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD), Perlindungan Sosial (Perlinsos), serta stan UMKM yang memberikan kesempatan kepada pelaku usaha memperkenalkan produk mereka secara langsung.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, kegiatan jalan sehat menjadi salah satu cara sederhana untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Menurutnya, olahraga tidak harus selalu dilakukan melalui aktivitas berat karena berjalan kaki pun dapat memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh.

“Jalan sehat ini bisa menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari,” kata Vinanda.

Ia mengajak masyarakat menjadikan olahraga sebagai kebiasaan, bukan sekadar aktivitas yang dilakukan ketika ada kegiatan tertentu. Bahkan, kebiasaan berjalan kaki dapat diterapkan dalam rutinitas sehari-hari, seperti ketika bepergian ke pasar bagi warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi tujuan.

Vinanda menilai kesehatan fisik memiliki keterkaitan dengan kondisi mental seseorang. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat diharapkan memiliki semangat dan kemampuan lebih baik untuk beraktivitas serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kalau tubuhnya sehat, jiwanya juga akan kuat,” ujarnya.

Lebih dari sekadar kampanye hidup sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara masyarakat, Pemerintah Kota Kediri, dan DPRD. Interaksi secara langsung dinilai penting agar berbagai persoalan dan kebutuhan warga dapat diketahui sekaligus ditindaklanjuti.

Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja, yang merupakan anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) II Kecamatan Pesantren, mengatakan kedekatan antara masyarakat dan para pemangku kebijakan perlu terus dibangun.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat membuka ruang komunikasi sehingga warga lebih leluasa menyampaikan aspirasi maupun persoalan yang dihadapi.

“Hubungan antara masyarakat dengan Pemerintah Kota dan juga dewan bisa lebih baik lagi dan bisa menyerap aspirasi masyarakat,” kata Sudjono.

Menariknya, kegiatan Jalan Sehat Kecamatan Pesantren 2026 tersebut juga berawal dari aspirasi masyarakat yang dihimpun melalui kegiatan reses anggota DPRD. Aspirasi itu kemudian dikolaborasikan bersama Pemerintah Kota Kediri hingga diwujudkan dalam kegiatan yang melibatkan masyarakat luas.

Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Agung Purnomo, yang juga berasal dari Dapil II Kecamatan Pesantren, mengatakan kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana masukan masyarakat dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama antara legislatif dan pemerintah daerah.

“Jadi nanti ke depan kita berharap kolaborasi kita lebih banyak lagi dengan Pemerintah Kota Kediri, terutama untuk kesejahteraan masyarakat Kota Kediri,” ujarnya.

Agung menambahkan, manfaat kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas olahraga. Momentum berkumpulnya warga juga menjadi peluang untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif.

“Jalan sehat yang utama memang kita untuk mengumpulkan masyarakat, untuk mengaktifkan lagi yang namanya usaha UMKM yang ada dan juga ekonomi kreatif, dan juga kesehatan masyarakat bisa lebih terjaga lebih baik,” katanya.

Kehadiran stan UMKM menjadi salah satu upaya memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal. Melalui kegiatan tersebut, para pelaku UMKM berkesempatan memperkenalkan produk sekaligus menjangkau konsumen secara langsung.

Di sisi lain, penyediaan layanan IKD dan Perlinsos juga menjadi bagian dari upaya memperluas sosialisasi program pemerintah. Masyarakat diharapkan semakin memahami berbagai layanan yang tersedia serta mengetahui cara mengaksesnya.

Agung secara khusus menyoroti pentingnya sosialisasi Perlindungan Sosial kepada masyarakat. Warga yang masuk kelompok desil 1 hingga 4 didorong untuk segera melakukan pendaftaran agar dapat terdata dan memperoleh akses bantuan sosial sesuai ketentuan yang berlaku.

“Jadi kita berharap dengan adanya kegiatan ini sosialisasi lebih merata ke masyarakat,” ujarnya.

Untuk menambah kemeriahan, panitia juga menyiapkan beragam hadiah atau doorprize bagi peserta. Hadiah utama yang disediakan meliputi sepeda, kulkas, televisi, serta sejumlah hadiah menarik lainnya.

Kehadiran hadiah tersebut menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat untuk mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal hingga selesai.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Sudjono Teguh Widjaja, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Agung Purnomo dari Dapil II Kecamatan Pesantren, Camat Pesantren Yudi Kuncoro, serta Ketua DPD LDII Kota Kediri H. Agung Riyanto.

Melalui kegiatan ini, Jalan Sehat Kecamatan Pesantren 2026 menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga masyarakat. Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai kepentingan dalam satu momentum, mulai dari membangun pola hidup sehat, memperkuat hubungan pemerintah dengan warga, membuka ruang penyerapan aspirasi, hingga mendorong aktivitas UMKM dan memperluas informasi layanan publik.

Kolaborasi yang berangkat dari aspirasi masyarakat ini diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga manfaatnya semakin luas dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan warga Kota Kediri.

Jurnalis: Anisa Fadila