KEDIRI – Ada kisah yang selalu menemukan jalannya untuk kembali ke tempat ia bermula. Begitulah perjalanan Laila Kurniasari, S.Kom., seorang perempuan yang dahulu duduk di bangku kelas sebagai siswa, lalu kembali sebagai guru, hingga kini dipercaya memimpin almamaternya sebagai Kepala SMK Cahaya Surya Kota Kediri.
Amanah itu diembannya sejak 2021. Di tangannya, sekolah yang berada di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota, Kota Kediri, terus bertransformasi menjadi lembaga pendidikan vokasi yang semakin dekat dengan kebutuhan industri. Bukan hanya menghadirkan fasilitas pembelajaran modern, sekolah juga membuka jalan lebih luas bagi lulusan untuk memasuki dunia kerja, termasuk kesempatan memperoleh rekomendasi mengikuti proses rekrutmen di PT Gudang Garam.
Laila merupakan putri asli Banjarmlati, Kota Kediri. Ia menempuh pendidikan di SMP Negeri 8 Kediri, kemudian SMA Negeri 5 Kediri, sebelum melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Cahaya Surya. Selepas menyelesaikan pendidikan tinggi pada 2012, ia memilih kembali ke almamaternya sebagai tenaga pendidik.
Kariernya dibangun bukan dalam sekejap, melainkan melalui proses panjang hampir satu dekade mengabdi sebagai guru. Selama itu pula ia menyaksikan perubahan sekolah dari masa-masa penuh keterbatasan hingga berkembang menjadi salah satu SMK yang kini memiliki sekitar 500 peserta didik.
Ia masih mengingat ketika satu angkatan hanya memiliki satu kelas, bahkan pernah hanya diisi dua siswa. Namun, keterbatasan tersebut tidak pernah mengurangi kualitas pembelajaran.
“Dua siswa yang belajar selama tiga tahun hanya berdua di dalam satu kelas kini berhasil menjadi anggota TNI. Itu membuktikan bahwa sedikitnya jumlah siswa bukan alasan untuk menurunkan mutu pendidikan,” ungkap Laila.
Perubahan besar mulai terlihat setelah SMK Cahaya Surya berada di bawah naungan Yayasan Surya Darma Laksana pada 2023. Kepercayaan masyarakat meningkat seiring hadirnya berbagai fasilitas pembelajaran modern, seperti ruang kelas berpendingin udara, Smart TV di setiap kelas, laboratorium komputer, aula, amphitheater, hingga lapangan multisport berstandar internasional.
Tak hanya itu, sekolah juga menawarkan nilai tambah yang menjadi daya tarik tersendiri. Melalui proses seleksi internal, siswa yang menunjukkan prestasi, kedisiplinan, dan karakter baik berkesempatan memperoleh rekomendasi mengikuti tahapan rekrutmen di PT Gudang Garam, bahkan sebelum mereka menerima ijazah.
“Lulusan kami memang memiliki kesempatan direkomendasikan bekerja di Gudang Garam. Itu sudah terbukti pada angkatan pertama setelah sekolah berada di bawah yayasan. Namun rekomendasi bukan berarti langsung diterima, karena siswa tetap harus mengikuti seluruh proses seleksi perusahaan,” jelasnya.
Selain peluang tersebut, SMK Cahaya Surya juga memiliki Bursa Kerja Khusus (BKK) yang aktif menjembatani lulusan dengan dunia usaha dan industri. Saat ini, sekolah telah menjalin kemitraan dengan sekitar 28 perusahaan sebagai tempat praktik kerja lapangan sekaligus penyaluran tenaga kerja.
Dalam bidang akademik, sekolah memfokuskan diri pada satu kompetensi keahlian, yakni Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT). Konsentrasi tersebut dipilih agar pembelajaran lebih mendalam dan selaras dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Komitmen menjaga kualitas juga diterapkan sejak proses penerimaan peserta didik baru. Selain tes akademik dan wawancara siswa, sekolah turut melibatkan orang tua dalam proses seleksi guna membangun komitmen bersama selama masa pendidikan.
“Yang kami bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga sinergi antara sekolah, siswa, dan orang tua agar proses pendidikan berjalan optimal,” ujar Laila.
Di luar ruang kelas, pengembangan karakter dan bakat siswa dilakukan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, mulai dari Pramuka, PMR, basket, bola voli, tari, hingga seni lukis. Berbagai prestasi pun berhasil diraih, di antaranya juara PMR, juara seni lukis tingkat wilayah, juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kota Kediri, hingga siswa yang dipercaya menjadi Duta Antikorupsi wilayah Kediri.
Bagi Laila, pendidikan bukan sekadar menyiapkan lulusan memperoleh pekerjaan. Lebih dari itu, sekolah harus melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, kompetensi yang relevan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman.
“Harapan kami kualitas pendidikan di sekolah ini terus meningkat sehingga lulusan memiliki bekal yang baik untuk hidup bermasyarakat, mampu bersaing di dunia kerja, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya.
jurnalis : Anisa Fadila



