foto : Koramil Pesantren

Bukan Sekadar Kerja Bakti! Aksi Gotong Royong di Kediri Ini Selamatkan Ratusan Keluarga dari Ancaman Banjir

Bagikan Berita :

KEDIRI – Lumpur menumpuk, sampah menggunung, tanggul jebol — dan sawah pun ikut tenggelam. Itulah potret nyata yang selama ini menghantui warga RW 08 Kelurahan Bawang, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Namun pada Minggu (26/04), semua itu mulai didobrak lewat sebuah aksi gotong royong yang menggerakkan lima puluh warga sekaligus.

Adalah Sertu Mulyono, Babinsa Koramil 0809/02 Pesantren, yang menjadi motor penggerak kegiatan resik-resik dan perbaikan tanggul di aliran Sungai Pulerejo itu. Bersama warga dan anggota Kelompok Tani (Poktan) setempat, ia tak segan turun langsung ke sungai — meski hari itu adalah hari libur.

Persoalannya bukan hal baru. Sungai Pulerejo sudah lama terbebani endapan lumpur, tumpukan sampah, dan ranting pohon yang menyumbat aliran air. Akibatnya fatal: setiap kali debit air naik, luapan langsung menyerbu halaman rumah warga dan menggenangi area persawahan. Tanaman padi tak berdaya — mati sebelum sempat dipanen — karena sistem drainase lumpuh total.

M. Huda, Ketua Kelompok Tani sekaligus Ketua RW 08, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas inisiatif ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa dan seluruh warga yang rela meluangkan waktu di hari libur. Semoga masalah genangan di sawah dan halaman warga bisa benar-benar teratasi, sekaligus lingkungan kita menjadi lebih bersih dan irigasi kembali lancar,” ujarnya.

Sertu Mulyono pun menegaskan bahwa kegiatan ini jauh melampaui sekadar bersih-bersih. Menurutnya, gotong royong semacam ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat — mempererat guyub rukun sekaligus memulihkan fungsi ekologis sungai demi kesehatan lingkungan dan ketahanan wilayah.

“Babinsa selalu siap hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat. Semangat gotong royong adalah kekuatan kita bersama dalam menjaga lingkungan,” tegasnya.

Setelah kegiatan ini, warga berharap aliran Sungai Pulerejo kembali normal — dan musim tanam berikutnya tak lagi dihantui ancaman banjir yang merugikan.

jurnalis : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :