Pemakamanan Fadhila Rahmawati Haryono (Sigit Cahya Setyawan)

Polisi Ungkap Fakta Kematian Wanita di Rel KA, Tekanan Pekerjaan Sebagai Ahli Gizi di SPPG

Bagikan Berita :

KEDIRI — Seorang perempuan muda, Fadhila Rahmawati Haryono (25), warga Dusun Klodran, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia di sisi rel kereta api wilayah Kelurahan Kampung Dalem, Kota Kediri, Selasa (14/4) sekitar pukul 04.45 WIB.

Korban diduga sengaja menabrakkan diri ke Kereta Api Gajayana relasi Gambir–Malang yang melintas di KM 85+6/7.

Kapolsek Kediri Kota, Kompol Bowo Wicaksono, mengatakan peristiwa tersebut diketahui setelah pihaknya menerima laporan dari masinis kereta yang melihat seseorang berada di lintasan saat kereta melintas.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi. Korban ditemukan sudah meninggal di dekat rel,” ujarnya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Luka pada tubuh korban disebut murni akibat benturan dengan kereta.

Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sejumlah barang milik korban dalam kondisi utuh, di antaranya sepeda motor yang terparkir di tepi rel dengan kunci masih menempel, serta tas, dompet, dan dua unit telepon seluler.

“Tidak ada barang yang hilang. Hasil pemeriksaan juga tidak menunjukkan adanya unsur kekerasan,” kata Kompol Bowo.

Polisi turut menemukan pesan pada ponsel korban yang berisi pamitan kepada sejumlah rekannya. Selain itu, korban sebelumnya disebut pernah mengungkapkan keinginan untuk mengakhiri hidup.

Berdasarkan penyelidikan sementara, korban diduga mengalami tekanan hidup yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai ahli gizi di SPPG.

Namun demikian, pihak SPPG memberikan keterangan berbeda. Kepala Dapur SPPG Sidomulyo 1, Muhammad Wiranto, menyatakan korban telah mengundurkan diri dua hari sebelum kejadian.

“Yang bersangkutan sudah resign sejak Minggu, dan pengganti sudah mulai bekerja Senin. Alasannya kSPPG Sidomulyo 1arena kondisi kesehatan,” ujarnya saat ditemui di rumah duka.

Ia menambahkan, korban telah lama menderita penyakit kelenjar getah bening, bahkan sebelum bekerja di SPPG.

Sementara itu, pihak keluarga belum memberikan keterangan dan memilih menutup diri karena masih berduka atas kejadian tersebut.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan
Bagikan Berita :