KEDIRI – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Kediri menyebabkan Sungai Harinjing meluap dan merendam sejumlah titik di Kecamatan Pare, Senin (2/3). Salah satu lokasi terdampak berada di Desa Tertek, tepatnya di Jalan Dr. Sutomo, yang sempat tergenang air hingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas.
Menurut keterangan warga, meluapnya sungai diduga dipicu oleh penumpukan sampah di Bendungan Tertek dan Bendungan Ngeblek. Kondisi tersebut memperparah aliran air saat hujan deras turun dalam intensitas tinggi.
Tim gabungan dari Polres Kediri, BPBD, dan Satpol PP segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan. Berkat respons cepat petugas, genangan air mulai surut sekitar dua jam kemudian. Namun, lumpur tebal yang tertinggal di badan jalan membuat akses kendaraan sempat terganggu.
Waspadai Cuaca Ekstrem

Untuk mengatasi hal tersebut, satu unit kendaraan Pemadam Kebakaran (PMK) Kabupaten Kediri dikerahkan guna membersihkan lumpur yang menutup Jalan Dr. Sutomo.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan bahwa hujan deras juga disertai angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan satu pohon tumbang di dua lokasi berbeda.
“Pohon tumbang terjadi di kawasan Masjid An Nur Pare dan di Jalan Soekarno Hatta RT 01 RW 05 Dusun Templek, Desa Darungan,” ujar Kaleb.
Di kawasan Masjid An Nur, pohon yang tumbang menimpa empat stand bazaar UMKM. Meski menyebabkan kerusakan pada lapak, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Barang dagangan para pelaku UMKM berhasil dievakuasi dengan aman.
“Kami mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi pohon tumbang di dua titik. Empat stand roboh, tetapi tidak ada korban dan seluruh barang dagangan berhasil diamankan,” jelasnya.
Selain membersihkan material pohon, Satpol PP juga membantu mempercepat normalisasi lalu lintas dengan memback-up BPBD dan kepolisian di lokasi terdampak. Petugas turut melakukan patroli guna memastikan keamanan serta ketertiban masyarakat tetap terjaga pascakejadian.
“Saat ini tim masih bekerja di lapangan untuk memastikan arus lalu lintas kembali lancar dan situasi tetap kondusif,” tegas Kaleb.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di sekitar aliran sungai dan bendungan, guna mencegah risiko banjir saat curah hujan tinggi. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.



