KEDIRI – Pembangunan Pasar Ngadiluwih yang sempat mengalami keterlambatan kini dipastikan telah menyelesaikan tahap pertama secara administratif. Meski belum dapat difungsikan sepenuhnya karena masih menunggu kelanjutan tahap kedua, proyek tersebut justru telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui denda keterlambatan.
Setiap harinya, kontraktor pelaksana, PT Elaine Karya Abadi, dikenakan denda sebesar Rp23 juta akibat molornya penyelesaian pekerjaan. Dari perhitungan sementara, akumulasi denda tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Hadi Wiyono selaku konsultan pembangunan membenarkan adanya kontribusi tersebut. Namun ia menegaskan, angka tersebut masih bersifat perkiraan.
“Ini estimasi kami. Untuk angka detail dan keterangan resmi tentu menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, mengacu pada hasil perhitungan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” jelasnya.
Dari pihak kontraktor, staf PT Elaine Karya Abadi menyampaikan bahwa pekerjaan tahap pertama sebenarnya telah diselesaikan sesuai jadwal internal perusahaan. Namun, pasar belum dapat diresmikan karena pembangunan yang dilakukan baru mencakup tahap awal.
“Pekerjaan ini memang baru tahap satu. Untuk peresmian menjadi kewenangan dinas terkait. Informasinya, sudah ada perencanaan untuk tahap dua,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahap kedua nantinya akan difokuskan pada sejumlah pekerjaan yang belum tercakup dalam kontrak awal. Proses pengerjaan lanjutan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme tender ulang, sehingga tidak otomatis dikerjakan oleh kontraktor yang sama.
“Beberapa item pekerjaan memang belum terakomodasi di tahap satu dan akan dilanjutkan di tahap dua. Prosesnya tetap melalui tender kembali,” imbuhnya.
Secara administratif, proyek pembangunan Pasar Ngadiluwih tahap pertama dinyatakan selesai per 27 Februari 2026. Meski demikian, peresmian maupun operasional pasar masih menunggu hasil evaluasi dari pemerintah daerah.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.
“Terkait Pasar Ngadiluwih pasti akan kami informasikan. Saat ini masih menunggu hasil evaluasi. Laporan progres dan administrasi juga baru akan dibahas,” terangnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kawasan Pasar Ngadiluwih tampak sepi tanpa aktivitas pembangunan. Tidak terlihat pekerja maupun peralatan konstruksi yang beroperasi di lokasi. Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di masyarakat, termasuk kabar bahwa proyek ini sebenarnya dikerjakan oleh salah satu kontraktor yang beralamat di Kabupaten Kediri.



