KEDIRI — Tuntutan pengawasan terhadap anak semakin besar di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial. Orang tua dan sekolah kini dituntut lebih aktif mendampingi pelajar, baik dalam prestasi akademik maupun perilaku di ruang publik. Bagi keluarga mampu anak dimewahkan tekhnologi sebaliknya bagi anak dari keluarga kurang mampu dituntut berprestasi, istilah ini seakan menjadi pembenaran.
Belakangan, kalangan wali murid dan siswa di SMAN 2 Kediri ramai membicarakan kasus pelanggaran etika yang dilakukan sepasang pelajar hingga fotonya beredar luas di media sosial.
Kepala sekolah Drs. H. Sarbawa membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan oleh siswa dan sekolah telah mengambil langkah pembinaan melalui guru Bimbingan Konseling (BK).
“Kami menilai tindakan itu tidak layak dilakukan sebagai siswa. Mereka telah dibina oleh BK dan diberi peringatan wali kelas. Namun karena mengulangi perbuatan, yang bersangkutan memilih mengundurkan diri dan pindah sekolah,” jelas Sarbawa saat dikonfirmasi, Senin (16/2).
Pihak sekolah menegaskan identitas kedua pelajar dirahasiakan demi melindungi masa depan mereka. Sarbawa juga menyebut keduanya telah pindah ke sekolah negeri lain di wilayah Kediri, namun detail sekolah tujuan tidak dipublikasikan.
“Kami mohon identitas tidak disebarkan. Itu hak mereka. Sekolah berkewajiban melakukan pembinaan ketika ada pelanggaran,” ujarnya.
Sementara itu, kabar yang menyebut salah satu siswa diterima di SMAN 1 Kediri dibantah oleh kepala sekolah setempat, Arif Syahputra. Ia mengatakan memang sempat ada permohonan pindah, namun tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan kuota.
“Awalnya ada permintaan pindah, tetapi karena kuota tidak tersedia, kami tidak bisa menerima,” ujarnya.
Kasus ini menjadi pengingat bagi orang tua dan sekolah tentang pentingnya pengawasan, pendidikan karakter, serta literasi digital bagi pelajar di era teknologi terbuka. Pendampingan yang bijak diharapkan mampu menjaga generasi muda tetap berada di jalur prestasi dan akhlak yang baik.



