Puluhan Siswa Sempat Alami Gejala Keracunan Menu MBG, Mbak Wali Sampaikan Kabar Baik Kesehatannya

Bagikan Berita :

KEDIRI — Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti laporan dugaan keracunan makanan yang bersumber dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tempurejo. Melalui Dinas Kesehatan, penanganan dilakukan dengan turun langsung ke lapangan serta melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan penyebab kejadian.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium menunjukkan adanya kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Selain itu, hasil evaluasi kebersihan menemukan adanya celah dalam penerapan prosedur, khususnya belum dilaksanakannya uji organoleptik secara menyeluruh.

“Dari hasil laboratorium ditemukan bakteri E. coli. Survei kehigienisan juga menunjukkan uji organoleptik belum dilakukan di SPPG tersebut, sehingga operasional kami hentikan sementara,” ujar Vinanda di Balai Kota Kediri, Jumat (24/4).

Di tengah temuan tersebut, Pemkot Kediri memastikan kondisi para siswa yang terdampak terus membaik. Dari total 73 siswa yang sempat mengalami gejala seperti mual dan muntah, sebagian besar telah pulih dan kembali mengikuti kegiatan belajar di sekolah.

“Tidak ada yang menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, beberapa anak masih dalam tahap pemulihan dengan gejala ringan dan tetap dalam pemantauan,” tambahnya.

Dinas Kesehatan setempat hingga kini masih melakukan pemantauan kesehatan secara intensif, sekaligus berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memastikan penanganan berjalan komprehensif.

Penghentian sementara operasional SPPG Tempurejo disebut sebagai langkah preventif sembari menunggu hasil evaluasi menyeluruh. Ke depan, pemerintah akan memperketat standar higienitas, memastikan penerapan uji organoleptik di setiap tahapan, serta menjamin seluruh proses pengolahan makanan sesuai dengan prinsip keamanan pangan.

Pemkot Kediri menegaskan komitmennya untuk menjaga kualitas program Makan Bergizi Gratis agar tetap aman dan memberikan manfaat optimal bagi siswa.

jurnalis : Nanang Priyo Basuki
Bagikan Berita :