KEDIRI — Upaya pembinaan sepak bola usia dini kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Dandim Cup U-12 yang resmi dibuka di Lapangan Kelurahan Bence, Kota Kediri, Sabtu (18/4). Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang mencetak talenta sepak bola menuju visi Generasi Emas Indonesia 2045.
Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hardiansyah, menegaskan bahwa pembinaan sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam melahirkan pemain berkualitas. Menurutnya, turnamen ini merupakan langkah konkret untuk menyiapkan regenerasi atlet sekaligus memperkuat sinergi dengan Askot PSSI Kota Kediri.
“Ini bukan sekadar pertandingan, tetapi investasi jangka panjang untuk mencetak pemain unggul,” ujarnya.
Selain aspek prestasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong anak-anak lebih aktif berolahraga di ruang terbuka, di tengah meningkatnya ketergantungan terhadap perangkat digital. Ia menilai, aktivitas seperti ini penting untuk menjaga keseimbangan tumbuh kembang anak.
Dhavid juga memotivasi para peserta agar memiliki ambisi besar di dunia sepak bola. Ia menyebut, peluang menjadi pemain profesional terbuka lebar, mengingat banyak pemain nasional berawal dari sekolah sepak bola (SSB).
“Siapa tahu dari sini lahir pemain Persik hingga tim nasional. Tetap semangat, kompetitif, tapi junjung tinggi sportivitas,” pesannya.
Turnamen yang diikuti 28 tim ini menggunakan sistem fase grup, dengan juara grup melaju ke babak berikutnya hingga final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April.
Ketua Askot PSSI Kota Kediri, Tomi Ari Wibowo, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kodim 0809 Kediri dalam penyelenggaraan turnamen tersebut. Ia menilai, Dandim Cup menjadi ruang penting untuk mengasah kemampuan pemain muda sekaligus memperluas jam terbang kompetisi.
“Peserta tidak hanya dari Kediri, tetapi juga dari sejumlah daerah seperti Jombang, Bojonegoro, Sidoarjo, dan Tulungagung,” katanya.
Antusiasme serupa datang dari tim peserta. Pelatih Forsgi Tulungagung, Fahad Ismail, menyebut turnamen ini sebagai salah satu ajang kompetisi usia dini yang cukup besar dan kompetitif di Jawa Timur.
“Event seperti ini jarang, sehingga menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Persaingan yang ketat justru meningkatkan motivasi mereka,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan Dandim Cup U-12, diharapkan proses pembinaan sepak bola usia dini di daerah semakin terarah. Tidak hanya melahirkan pemain potensial bagi klub lokal, tetapi juga membuka peluang menuju level nasional hingga internasional.









