foto : Bram Radyan

Dari Kediri Menuju Nasional, Mojokuto Championship Siapkan Atlet Pushbike Sejak Dini

Bagikan Berita :

KEDIRI — Komitmen pembinaan atlet usia dini kembali ditegaskan melalui gelaran Mojokuto Championship Piala Bupati Kediri yang resmi dibuka pada Sabtu (18/4). Kejuaraan ini menjadi tonggak awal penyelenggaraan event pushbike berskala besar di Kabupaten Kediri, sekaligus membuka ruang lahirnya talenta-talenta muda di cabang olahraga tersebut.

Turnamen ini dirancang sebagai wadah penjaringan atlet usia dini, khususnya di nomor pushbike, yang nantinya akan diarahkan ke tahapan pembinaan lebih lanjut. Sejak awal pelaksanaan, antusiasme peserta dan dukungan orang tua terlihat tinggi, menandakan besarnya minat terhadap olahraga ini.

Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pengembangan olahraga usia dini. Dukungan tersebut tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga diwujudkan melalui fasilitasi kegiatan sebagai bagian dari sistem pembinaan atlet.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi atlet usia dini untuk berkembang. Dari sini, mereka dapat dipersiapkan menjadi atlet berprestasi di masa mendatang,” ujarnya.

Senada, Ketua ASPINA Jawa Timur, Agung Dwi Nugroho, mengapresiasi terselenggaranya Mojokuto Championship di Kediri. Ia menyebut kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian event tahunan yang selama ini digelar di berbagai daerah di Jawa Timur, dengan fokus utama pada pembibitan atlet cilik.

“Harapannya, para peserta dapat melanjutkan ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi, seperti Forkot, Forda, hingga Fornas,” jelasnya.

Penggagas kegiatan dari komunitas Mojokuto Pushbike Pare, Dany Anggriawan, menilai kejuaraan ini sebagai langkah awal menghadirkan event pushbike yang lebih besar dan berkelanjutan di Kediri. Komunitas yang telah berdiri selama tiga tahun tersebut menjadi wadah bagi anak-anak dari berbagai usia untuk menyalurkan minat di bidang olahraga sepeda tanpa pedal.

“Ini menjadi pijakan awal untuk mencetak atlet dari Kediri agar mampu bersaing dan berprestasi seperti daerah lain,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari kalangan orang tua. Hendi, peserta asal Blitar, mengaku sengaja mengikutkan putrinya yang berusia tiga tahun dalam ajang ini sebagai bagian dari stimulasi positif bagi tumbuh kembang anak.

“Selain melatih keberanian dan mental, kegiatan ini juga menjadi alternatif agar anak tidak terlalu bergantung pada gawai,” katanya.

Mojokuto Championship diikuti 496 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Yogyakarta, Surabaya, Madura, hingga Banjarbaru. Partisipasi lintas daerah ini menunjukkan tingginya daya tarik sekaligus potensi pengembangan olahraga pushbike di tingkat nasional.

Dengan skala partisipasi yang luas dan dukungan berbagai pihak, kejuaraan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi Kabupaten Kediri dalam mencetak generasi atlet berprestasi, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga sejak usia dini.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :