Youth Fest 2026 Kota Kediri Hadirkan 30 UMKM dan 24 Talenta Muda, Ada 1.000 Voucher Makanan Gratis!

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Kawasan Wisata Goa Selomangleng, Kota Kediri, berubah menjadi pusat kreativitas generasi muda melalui gelaran Youth Fest 2026, Minggu (1/11). Mengusung tema Dari Pemuda Untuk Pemuda, festival yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menyuguhkan hiburan seni dan budaya, tetapi juga membuka ruang bagi anak muda untuk mengembangkan potensi serta memperluas peluang usaha.

Berbagai pertunjukan menjadi daya tarik utama festival tersebut. Mulai dari penampilan band, seni pecut, jaranan, tarik suara, tari kreasi, fashion show, wushu, hingga barongsai turut menghibur pengunjung.

Suasana semakin meriah dengan kehadiran sejumlah pengisi acara, di antaranya Shepin Misa, DJ Santa Miswara, Playlist Band, Pyacoustic Music, serta Dance Party bersama Ucup Zin Ira.

Namun, Youth Fest 2026 bukan sekadar panggung hiburan. Festival ini juga menjadi wadah pemberdayaan ekonomi kreatif melalui kehadiran 30 stan UMKM yang dikelola anak muda Kota Kediri. Beragam produk kuliner ditawarkan kepada pengunjung, sekaligus memberikan kesempatan bagi pelaku usaha muda untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.

Menariknya, panitia juga menyiapkan sekitar 1.000 voucher makanan gratis untuk membantu meningkatkan transaksi di stan UMKM. Pengunjung dapat memanfaatkan voucher tersebut untuk berbelanja sekaligus mendukung usaha lokal milik generasi muda.

Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Mulai dari organisasi kepemudaan, komunitas, pelaku seni, UMKM, panitia, hingga seluruh elemen masyarakat dinilai memiliki peran penting dalam menyukseskan festival.

Menurutnya, pertemuan generasi muda di kawasan Goa Selomangleng bukan hanya menjadi bagian dari peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan kesempatan untuk membangun kebersamaan sekaligus merancang masa depan Kota Kediri.

Ia menilai perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi anak muda untuk berkarya dan memperkenalkan hasil kreativitasnya ke tingkat yang lebih luas. Bahkan, sebuah karya dapat dikenal hingga berbagai penjuru dunia, sementara usaha kecil berpeluang mendapatkan pelanggan baru hanya melalui satu unggahan di media sosial.

Meski demikian, Gus Qowim mengingatkan bahwa kemudahan akses informasi dan perkembangan zaman juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda.

Tekanan untuk segera meraih kesuksesan, kebiasaan membandingkan pencapaian diri dengan orang lain di media sosial, hingga kekhawatiran mengenai pekerjaan, biaya hidup, dan masa depan menjadi persoalan yang perlu dihadapi bersama.

Karena itu, ia mengajak anak muda untuk membangun lingkungan yang saling mendukung. Generasi muda juga didorong agar tidak ragu menyampaikan persoalan, meminta bantuan ketika membutuhkan, serta menjadikan kegagalan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Kota Kediri membutuhkan pemuda yang kreatif, membutuhkan pemuda yang peduli, dan membutuhkan pemuda yang mau bekerja sama,” tegasnya.

Libatkan 24 Talenta Muda dan 30 Pelaku UMKM

Sejalan dengan pesan tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri, Ir. Un Achmad Nurdin, menjelaskan bahwa Youth Fest merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda 2026.

Festival ini dirancang sebagai wadah terpadu untuk mengembangkan kreativitas seni, budaya, sekaligus kewirausahaan generasi muda Kota Kediri.

“Untuk memfasilitasi potensi kreativitas seni, budaya, dan kewirausahaan pemuda Kota Kediri dalam sebuah platform festival terintegrasi,” ujarnya.

Salah satu fokus penyelenggaraan tahun ini adalah memberikan ruang lebih luas bagi UMKM yang dikelola anak muda. Dari hampir 60 pendaftar, sebanyak 30 pelaku usaha berhasil terpilih untuk menempati stan yang disediakan.

Proses seleksi dilakukan bersama Dinas Koperasi. Jumlah peserta yang diterima masih terbatas karena harus menyesuaikan kapasitas lokasi kegiatan.

Selain menghadirkan pelaku usaha, festival ini juga memberikan kesempatan kepada 24 talenta muda dari berbagai kelompok untuk menunjukkan kemampuan mereka.

Peserta berasal dari jenjang SD, SMP, SMA, Karang Taruna, hingga kategori umum. Penampilan yang disuguhkan pun beragam, mulai dari seni bela diri, tari, vokal, folk group, hingga pertunjukan band.

Un Achmad berharap kesempatan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda. Menurutnya, anak muda Kota Kediri memiliki kemampuan yang perlu terus diasah agar dapat berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia mengibaratkan potensi pemuda seperti mutiara yang membutuhkan proses pembinaan agar semakin bersinar.

“Pemuda di Kediri ini, kalau saya katakan, sebenarnya ibarat mutiara yang masih bisa digosok. Kalau pembinaan dan pengarahannya bisa dilakukan dengan baik, potensi pemuda-pemuda Kediri ke depan akan sangat bagus,” ungkapnya.

Youth Fest Diharapkan Semakin Besar Tahun Depan

Pemerintah Kota Kediri berharap Youth Fest dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang semakin memberikan manfaat bagi generasi muda.

Evaluasi penyelenggaraan setiap tahun akan menjadi dasar untuk memperluas skala kegiatan, termasuk menambah jumlah stan UMKM dan talenta yang memperoleh kesempatan tampil.

Dengan dukungan anggaran yang memadai, festival mendatang diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta serta menghadirkan kegiatan dalam skala yang lebih besar dibandingkan pelaksanaan tahun ini yang berlangsung selama dua hari.

Tidak hanya berfokus pada hiburan dan pemberdayaan ekonomi, Youth Fest 2026 juga menghadirkan sejumlah layanan bagi masyarakat.

Di antaranya pemeriksaan kesehatan dasar dari Dinas Kesehatan, kegiatan donor darah oleh PMI Kota Kediri, serta pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dari Dispendukcapil.

Kehadiran berbagai fasilitas tersebut menjadikan Youth Fest sebagai ruang kegiatan yang tidak hanya mengakomodasi kreativitas, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Melalui perpaduan seni, budaya, kewirausahaan, dan pelayanan publik, Youth Fest 2026 diharapkan mampu menjadi lebih dari sekadar perayaan Hari Sumpah Pemuda.

Festival ini sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda Kota Kediri untuk saling terhubung, menunjukkan kemampuan, mengembangkan usaha, dan membangun kolaborasi demi mendorong kemajuan ekonomi kreatif daerah.

Jurnalis: Anisa Fadila