Langit Tak Kunjung Menurunkan Hujan Merata, Ribuan Pelajar di Kediri Panjatkan Doa Lewat Salat Istisqa

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Ketika kemarau berkepanjangan membuat bumi kian merindukan tetesan hujan, ribuan pelajar SMA dan SMK baik negeri maupun swasta di Kediri memilih mengetuk pintu langit melalui lantunan doa. Diawali gema takbir, mereka menunaikan Salat Istisqa’ atau salat memohon turunnya hujan, dengan penuh kekhusyukan.

Doa Allahumma agitsnaa menggema, mengiringi harapan agar hujan segera membasahi bumi dan mengakhiri musim kering yang berkepanjangan. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti para siswa, tetapi juga melibatkan tenaga pendidik serta keluarga besar dunia pendidikan di Kediri.

Gerakan spiritual ini mendapat perhatian khusus dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi gerakan kebaikan yang melibatkan seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta.

Menurut Adi, Salat Istisqa’ bukan semata-mata ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa untuk menumbuhkan kepekaan sosial, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran akan pentingnya keberkahan bagi seluruh umat.

“Salah satu bentuk kegiatan mengajarkan kepada siswa untuk memiliki kepedulian demi kesejahteraan seluruh umat dan selalu mengharapkan keberkahan, terutama di saat kekeringan,” ujar Adi Prayitno.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari kalangan kepala sekolah. Diantaranya Kepala SMAN 1 Kediri Arif Syah Putra, Kepala SMAN 3 Kediri Tri Erlina dan Kepala SMKN 2 Kediri Nikmatus Sahadah, membenarkan bahwa sekolah mereka telah melaksanakan Salat Istisqa’ sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kemarau.

Bagi mereka, kegiatan ini sekaligus menjadi pembelajaran nyata bagi para siswa. Tidak hanya memahami nilai-nilai keagamaan melalui teori di dalam kelas, para pelajar juga memperoleh pengalaman langsung mengenai tata cara pelaksanaan Salat Istisqa’ yang baik dan benar.

Nikmatus Sahadah mengungkapkan, kegiatan tersebut telah dilaksanakan secara berjamaah seusai Salat Jumat pada pekan sebelumnya. Bahkan, pihaknya menyambut baik apabila kegiatan serupa kembali digelar untuk memperdalam pemahaman keagamaan para siswa.

“Kami telah menggelar bersama-sama serentak usai Salat Jumat kemarin. Namun, bila sekiranya perlu digelar kembali, kami justru bahagia agar siswa kami lebih mendalami terkait Salat Istisqa’,” ungkap Nikmatus Sahadah.

Di tengah tanah yang menanti basah dan langit yang diharapkan kembali menurunkan hujan, ikhtiar ribuan pelajar Kediri ini menghadirkan pesan yang lebih luas: pendidikan bukan hanya tentang pengetahuan di ruang kelas, melainkan juga tentang menumbuhkan kepedulian, memperkuat nilai kemanusiaan, dan mengajarkan arti kebersamaan dalam menghadapi keadaan.

 

jurnalis : Nanang Priyo Basuki