Geger Razia Narkoba di Lapas Kediri! 6 Napi Positif Narkoba, Petugas Temukan 26 Poket Diduga Sabu

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri terungkap dalam operasi gabungan bertajuk Senyap Sikat Narkoba. Dalam razia yang berlangsung Sabtu malam hingga Minggu dini hari tersebut, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan narkotika dan obat-obatan terlarang.

Hasil pemeriksaan terhadap 10 warga binaan melalui tes urine menunjukkan enam orang dinyatakan positif narkoba. Temuan ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum, mengingat pengawasan terhadap penyalahgunaan narkotika juga harus dilakukan di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.

Tak hanya melakukan pemeriksaan urine, petugas gabungan juga menemukan 26 poket yang diduga berisi sabu. Barang tersebut disimpan dalam sejumlah bungkus minuman serbuk Kukubima dan sarung.

Selain itu, petugas menemukan satu paket pil double L, tiga butir pil yang ditemukan di dalam selimut, serta satu alat isap sabu atau bong.

Razia dilakukan dengan menyisir sejumlah kamar hunian warga binaan. Proses pemeriksaan berlangsung dengan pendampingan petugas Lapas Kelas IIA Kediri.

Dalam penggeledahan tersebut, petugas juga mengamankan sejumlah barang lain, di antaranya satu unit telepon seluler, dua buku berisi nomor telepon, sembilan korek api, topi, selimut, sarung, serta beberapa barang lainnya.

Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., yang turut hadir dalam operasi tersebut, membenarkan adanya temuan itu.

“Dari sepuluh warga binaan yang diperiksa melalui tes urine, enam orang menunjukkan hasil positif. Petugas juga menemukan 26 poket yang diduga berisi sabu beserta sejumlah barang lainnya,” ungkap AKBP Latif.

Menurutnya, hasil operasi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya pemberantasan narkoba tidak boleh hanya berfokus pada lingkungan masyarakat di luar lembaga pemasyarakatan.

Pengawasan di dalam lapas juga harus diperkuat guna mencegah penyalahgunaan maupun peredaran narkotika. Karena itu, diperlukan sinergi dan koordinasi lintas instansi agar setiap temuan dapat ditindaklanjuti secara menyeluruh.

“Tidak boleh ada ruang bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Kami akan menindaklanjuti setiap temuan melalui koordinasi dengan Ditresnarkoba Polda Jatim agar persoalan ini dapat didalami sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.

Operasi gabungan tersebut juga dihadiri Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., serta Kapolres Tulungagung AKBP Wiwin Junianto Supriyadi, S.I.K.

Temuan puluhan poket yang diduga sabu dan enam warga binaan dengan hasil tes urine positif tersebut menjadi perhatian penting dalam upaya memperketat pengawasan serta memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.

 

jurnalis : Nanang Priyo Basuki