KEDIRI – Di balik riuh aktivitas perdagangan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), sempat berembus kabar yang membuat para pedagang diliputi kegelisahan. Rumor mengenai rencana pemindahan Pasar Buah RJM menyebar dari mulut ke mulut, memunculkan kekhawatiran akan berkurangnya denyut ekonomi di kawasan yang selama ini menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat.
Namun, kekhawatiran itu akhirnya terjawab. Komisi II DPRD Kabupaten Kediri memastikan bahwa isu relokasi Pasar Buah RJM hanyalah sebatas rumor dan belum memiliki dasar kebijakan.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Kabupaten Kediri bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dan Paguyuban Pedagang Pasar Ikan Hias dan Kuliner Simpang Lima Gumul di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Kediri, Kamis (23/7).
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kediri, M. Zaini, mengatakan audiensi digelar sebagai respons atas keresahan para pedagang yang khawatir kehilangan salah satu magnet utama pengunjung kawasan SLG.
“Terkait isu pemindahan Pasar Buah, sebenarnya itu masih sebatas rumor,” tegas Zaini.
Menurutnya, keberadaan Pasar Buah RJM hingga kini masih sah secara hukum karena menempati lahan sewa dan turut memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Persoalan yang selama ini muncul lebih berkaitan dengan kebersihan dan potensi kemacetan, sehingga penyelesaiannya membutuhkan penataan dan dukungan lintas OPD, bukan relokasi.
Tak berhenti pada klarifikasi isu, DPRD juga mendorong pemerintah daerah memanfaatkan momentum pembahasan Perubahan APBD untuk memperkuat geliat Pasar Ikan Hias dan Kuliner SLG melalui berbagai program strategis.
Beberapa agenda yang diusulkan meliputi penyelenggaraan pertunjukan seni dan hiburan oleh Dinas Pariwisata, pelaksanaan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan oleh Dinas Perikanan di kawasan pasar, hingga pelatihan digital marketing dan e-commerce bagi para pedagang yang difasilitasi Dinas Perdagangan.
“Momentum penyerapan aspirasi ini sangat tepat karena saat ini sedang dibahas Perubahan APBD, sehingga OPD terkait bisa langsung memprogramkan kegiatan pada perubahan anggaran tahun ini,” ujar Zaini.
Ketua Paguyuban Pasar Ikan Hias dan Kuliner SLG, Sarjana, mengaku lega setelah mendapatkan kepastian dari DPRD. Menurutnya, isu relokasi Pasar Buah RJM menjadi kekhawatiran terbesar para pedagang karena pasar tersebut selama ini menjadi daya tarik utama yang mendatangkan pengunjung ke kawasan SLG.
“Keluhan utama kami memang terkait adanya pemindahan pasar buah. Padahal keberadaan pasar buah menjadi magnet untuk menarik pembeli ke kawasan ini,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat Komisi II DPRD yang langsung menghadirkan Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, Dinas Pariwisata, serta Bagian Perekonomian untuk mencari solusi atas berbagai aspirasi pedagang.
“Tanggapan dewan sangat positif. Aspirasi kami diterima dengan baik, bahkan langsung menghadirkan OPD terkait,” ujarnya.
Sarjana berharap sinergi antara DPRD, Pemerintah Kabupaten Kediri, dan para pedagang terus terjalin agar berbagai program yang telah dirancang benar-benar mampu meningkatkan kunjungan masyarakat, menggerakkan roda UMKM, sekaligus memperkuat perekonomian kawasan Pasar Ikan Hias dan Kuliner Simpang Lima Gumul.
“Harapan kami ke depan tentu agar kondisinya semakin baik dan membawa dampak positif bagi semua,” pungkasnya.
Jurnalis: Anisa Fadila


