Sewa Lapak Carnival di Kediri Tembus Rp500 Ribu, UMKM: Terlalu Mahal!

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Rencana pelaksanaan carnival berskala nasional di GOR Jayabaya, Kota Kediri, mendapat sorotan dari sejumlah pelaku UMKM lokal. Mereka mengeluhkan tarif sewa lapak yang disebut mencapai Rp500 ribu.

Carnival tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada 3-4 Oktober mendatang. Selain persoalan tarif, pelaku UMKM juga menyoroti terbatasnya kuota lapak yang tersedia.

Salah satu pedagang kuliner, Erlis, menilai tarif tersebut cukup tinggi bagi pelaku UMKM.

“Menurut kami terlalu mahal jika sewanya mencapai Rp500 ribu dan itu pun dibatasi,” ujar Erlis.

Keluhan tersebut kemudian mendapat penjelasan dari Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdag) Kota Kediri, Bagus Alit.

Bagus menjelaskan, kegiatan carnival tersebut diselenggarakan oleh salah satu event organizer (EO) yang bekerja sama dengan perusahaan besar. Acara itu disebut berskala nasional dan berlangsung selama dua hari.

Sementara itu, Pemerintah Kota Kediri, menurut Bagus, hanya memberikan fasilitas tempat karena lokasi kegiatan disewa oleh pihak penyelenggara.

“Jadi bilamana ada merasa keberatan dengan harga sewa cukup tinggi ataupun kuota yang dibatasi bagi pelaku UMKM, merupakan kewenangan penyelenggara bukan dari pemerintah kota,” terang Bagus Alit, Selasa (22/9).

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul adanya aduan dari sejumlah pelaku UMKM Kota Kediri kepada redaksi kediritangguh terkait tarif lapak dalam acara tersebut.

Dengan demikian, ketentuan mengenai besaran tarif sewa maupun jumlah lapak yang diperuntukkan bagi UMKM berada pada pihak penyelenggara kegiatan, bukan Pemerintah Kota Kediri.

 

jurnalis : Nanang Priyo Basuki