KEDIRI – Sebuah babak baru dunia pendidikan di Kota Kediri resmi dimulai. Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri mulai beroperasi dengan menggelar Open House sekaligus penerimaan murid baru ke lingkungan asrama pada Senin (14/7).
Program yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto ini hadir membawa misi besar: membuka pintu pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar memiliki kesempatan yang sama dalam menatap masa depan.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan ekonomi yang masih menjadi penghalang sebagian anak untuk mendapatkan pendidikan optimal, Sekolah Rakyat hadir sebagai ruang baru yang membawa harapan. Sebuah tempat di mana keterbatasan ekonomi tidak lagi menjadi batas untuk bermimpi.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun generasi unggul yang mampu bersaing dan memberikan kontribusi bagi bangsa.
“Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi yang unggul. Karena itu, Sekolah Rakyat hadir agar seluruh anak memperoleh hak pendidikan yang berkualitas tanpa membedakan latar belakang sosial maupun ekonomi,” ujar Vinanda.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat menjadi jawaban atas berbagai persoalan pendidikan, mulai dari keterbatasan akses, kondisi ekonomi keluarga, hingga persoalan sosial yang membuat sebagian anak belum mendapatkan kesempatan belajar secara maksimal.
Program ini secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori Desil 1 dan Desil 2, sehingga mereka dapat memperoleh layanan pendidikan yang setara dengan anak-anak lainnya.
“Harapan kami, Sekolah Rakyat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar, tumbuh, dan menggapai cita-cita setinggi mungkin. Setiap potensi mereka, baik dalam bidang seni, olahraga, maupun bidang lainnya akan difasilitasi,” kata Vinanda.
192 Siswa Jadi Angkatan Pertama, Fasilitas Sekolah Hampir Rampung
Pada tahap awal operasional, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri menerima sekitar 192 peserta didik. Kesiapan sekolah saat ini telah mencapai sekitar 94 persen.
Gedung untuk jenjang SMP dan SMA telah siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, ruang belajar tingkat SD sementara memanfaatkan fasilitas gedung SMP dan SMA hingga pembangunan ruang khusus selesai.
Kehadiran sekolah berbasis asrama ini tidak hanya menawarkan ruang belajar, tetapi juga lingkungan pendidikan yang dirancang untuk membentuk karakter, kemandirian, dan kepercayaan diri peserta didik.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Nur Zam’ah, bersama PIC Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Neneng Rusmayanti, menjelaskan bahwa kegiatan Open House menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus beradaptasi dengan kehidupan asrama.
Setelah memasuki tahap berikutnya, para peserta didik akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pada hari pertama MPLS, seluruh siswa akan mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Pemeriksaan mencakup kesehatan gigi, kondisi lambung, pengukuran tinggi dan berat badan, pemeriksaan fisik, hingga asesmen psikologis.
Langkah tersebut dilakukan agar sekolah memiliki gambaran mengenai kondisi setiap peserta didik. Dengan begitu, pendampingan yang diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak selama mengikuti proses pendidikan.
Selama masa MPLS berlangsung, pendampingan siswa masih melibatkan kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta wali asrama dari Mojokerto yang sebelumnya memiliki pengalaman dalam mendampingi program Sekolah Rakyat.
Setelah MPLS selesai, para guru yang telah ditugaskan akan mulai menjalankan proses pembelajaran secara penuh pada awal Agustus.
Kurikulum Tetap Nasional, Namun Sistem Berasrama Jadi Pembeda
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri tetap menggunakan Kurikulum Nasional seperti sekolah reguler lainnya. Namun, keunggulannya terletak pada sistem pendidikan berbasis asrama yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan pembentukan karakter.
Selain pendampingan intensif, sekolah juga dilengkapi fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Setiap ruang kelas telah didukung Smart TV, sementara peserta didik akan menggunakan laptop sebagai bagian dari proses pembelajaran.
“Yang membedakan Sekolah Rakyat bukan kurikulumnya, tetapi sistem berasrama dan pendampingan yang diberikan. Kami ingin membentuk karakter sekaligus mengembangkan potensi setiap peserta didik,” ujar Nur Zam’ah dan Neneng Rusmayanti.
Melalui konsep tersebut, siswa tidak hanya diarahkan untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan mampu mengembangkan kemampuan sesuai bakat yang dimiliki.
Sekolah Rakyat Kediri juga membuka ruang luas bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka.
Bidang olahraga, seni, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler lainnya akan menjadi bagian dari pembinaan peserta didik. Sekolah berkomitmen memberikan fasilitas dan dukungan bagi siswa yang memiliki potensi untuk berkembang hingga mengikuti berbagai kompetisi.
Dengan pendekatan tersebut, setiap anak diharapkan tidak hanya menjadi pelajar yang cerdas, tetapi juga pribadi yang percaya diri dan memiliki kemampuan untuk menghadapi masa depan.
Keberadaan Sekolah Rakyat mendapat sambutan positif dari para orang tua siswa. Salah satunya Nur Afifah, warga Kelurahan Balowerti, yang mengaku semakin yakin menyekolahkan anaknya setelah melihat langsung kondisi fasilitas dan lingkungan sekolah.
Menurutnya, Sekolah Rakyat memberikan peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak tanpa adanya perbedaan perlakuan.
“Anak saya dulu sempat mengalami perundungan karena kondisi ekonomi keluarga. Saya berharap di Sekolah Rakyat ini semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih cita-cita tanpa merasa dibedakan,” ungkapnya.
Ia berharap program tersebut terus dikembangkan agar semakin banyak anak mendapatkan akses pendidikan berkualitas.
Dengan perpaduan fasilitas modern, pendidikan karakter, dan pendampingan yang menyeluruh, Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri diharapkan menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih cerah.
Sebab setiap anak memiliki mimpi. Dan melalui pendidikan, mimpi itu mendapatkan ruang untuk tumbuh, berkembang, hingga akhirnya menemukan jalannya untuk menjadi kenyataan.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



