Dari Guru Bahasa Inggris hingga Pimpin SMAN 2 Pare, Ini Jejak Perjalanan Bambang Yulianto Membangun Sekolah Masa Depan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Perjalanan panjang seorang pendidik kembali menemukan babak baru. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan, Bambang Yulianto, M.Pd kini resmi mengemban amanah sebagai Kepala SMAN 2 Pare. Membawa pengalaman, gagasan, dan semangat perubahan, ia bertekad menjadikan sekolah tersebut sebagai ruang tumbuh bagi prestasi akademik sekaligus inovasi lingkungan.

Lahir di Blitar pada 1971, Bambang kecil sempat menikmati masa kanak-kanaknya di Bumi Proklamator sebelum akhirnya berpindah bersama keluarga ke Kandat pada 1980. Dengan latar keluarga berdarah Kediri dan Sulawesi, perjalanan hidupnya membentuk karakter yang kuat hingga mengantarkannya pada dunia pendidikan.

Menariknya, menjadi guru bukanlah cita-cita awal Bambang. Namun, perjalanan kuliah di IKIP Malang justru mengubah arah hidupnya.

“Dulu sebenarnya saya tidak bercita-cita menjadi guru. Tetapi lingkungan dan sistem pendidikan di IKIP Malang membentuk saya hingga akhirnya menjadi seorang pendidik,” ujar Bambang mengenang perjalanan masa mudanya.

Semangat mengajar Bambang bahkan telah tumbuh jauh sebelum ia memasuki dunia pendidikan formal. Saat masih duduk di semester tiga, ia sudah aktif mengajar di berbagai lembaga kursus Bahasa Inggris di Malang dan turut membimbing mahasiswa.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 Jurusan Bahasa Inggris IKIP Malang pada 1997, Bambang memulai pengabdian resminya sebagai guru Bahasa Inggris pada 1998. Selama satu dekade, ia mengabdi di SMPN 6 Kediri hingga 2008. Di tengah kesibukannya mengajar, ia terus meningkatkan kompetensi hingga berhasil menyelesaikan pendidikan magister pada tahun yang sama.

Langkah kariernya terus berkembang ketika ia bergabung dengan SMAN 1 Kediri pada 2008 hingga 2022. Pengalaman panjang sebagai pendidik sekaligus pembelajar membawanya dipercaya menduduki posisi kepala sekolah. Ia kemudian memimpin SMAN 1 Ngadiluwih pada periode 2022–2025, sempat bertugas di SMAN 1 Wates, hingga akhirnya dipercaya menjadi Kepala SMAN 2 Pare.

Kini, dengan posisi barunya, Bambang membawa visi besar: membangun sekolah yang tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu langkah strategis yang menjadi perhatian utama Bambang adalah penguatan program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan), sebuah program unggulan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Melalui program tersebut, SMAN 2 Pare memanfaatkan area belakang sekolah sebagai lahan produktif. Berbagai tanaman pangan seperti terong, cabai, hingga pisang mulai dikembangkan. Tidak hanya menghasilkan manfaat lingkungan, kebun sekolah tersebut juga menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi siswa.

Bagi Bambang, sekolah bukan hanya tempat siswa belajar teori, tetapi juga ruang untuk mengenal kehidupan dan membangun kepedulian terhadap masa depan.

Selain inovasi lingkungan, peningkatan capaian akademik menjadi prioritas utama kepemimpinannya. SMAN 2 Pare mencatatkan capaian positif dengan 37 siswa berhasil lolos perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara 105 siswa lainnya diterima melalui jalur tes.

Capaian tersebut menjadi pijakan bagi Bambang untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan agar semakin banyak siswa mampu menembus perguruan tinggi terbaik.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan penguatan pembinaan agar peluang siswa masuk perguruan tinggi semakin besar,” ungkapnya.

Dalam strategi pembelajaran, SMAN 2 Pare memilih tidak menerapkan sistem kelas unggulan. Sekolah justru berupaya memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk berkembang dan berani berkompetisi.

Untuk mendukung hal tersebut, sekolah menghadirkan pembinaan intensif melalui mentor dari internal maupun eksternal. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada siswa berprestasi, baik dalam bentuk dukungan material maupun penguatan moral dan spiritual.

Di balik berbagai program yang disiapkan, Bambang memiliki pesan sederhana namun penuh makna bagi seluruh siswa SMAN 2 Pare.

Ia mengajak para siswa untuk berani memiliki mimpi besar dan tidak ragu mengambil kesempatan yang datang.

“Jangan pernah takut untuk bermimpi besar. Yang paling penting, jangan takut memanfaatkan setiap peluang yang ada demi mewujudkan mimpi tersebut,” pesan Bambang.

Kini, bersama nahkoda baru, SMAN 2 Pare bersiap menulis cerita berikutnya. Sebuah perjalanan menuju sekolah yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga generasi yang mampu membawa perubahan bagi lingkungan dan masyarakat.

Jurnalis: Yulita Dyah Kusumasari

✓ Link berhasil disalin