Dari SGO Legendaris hingga Melahirkan Atlet dan Siswa Berprestasi Nasional, SMAN 8 Kediri Harapan Kepala Sekolah Baru

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Perjalanan panjang SMAN 8 Kediri menjadi bukti bahwa sebuah sekolah mampu tumbuh mengikuti zaman tanpa kehilangan akar sejarahnya. Berawal dari Sekolah Guru Olahraga (SGO) yang dikenal sebagai tempat lahirnya insan-insan olahraga, kini SMAN 8 menjelma menjadi sekolah unggulan yang menorehkan prestasi tidak hanya di bidang nonakademik, tetapi juga dalam dunia akademik.

Dengan semangat pembinaan yang konsisten dan berbagai program inovatif, sekolah yang berada di Kota Kediri ini terus membuka ruang bagi setiap peserta didik untuk menemukan potensi terbaiknya. Baik di lapangan olahraga maupun di ruang-ruang kelas, SMAN 8 berupaya melahirkan generasi yang unggul, kreatif, dan berkarakter.

Perubahan besar itu kini mendapat energi baru dengan hadirnya kepala sekolah baru, Anik Safitri Budiyati, S.Kom. Sebelumnya menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Kras Kabupaten Kediri, Anik membawa semangat pembaruan untuk memperkuat fondasi SMAN 8 Kediri.

Ia menegaskan, identitas sekolah sebagai gudangnya prestasi olahraga tetap akan dipertahankan. Namun, di saat yang sama, peningkatan prestasi akademik menjadi perhatian penting agar seluruh potensi siswa dapat berkembang secara seimbang.

“Meski masyarakat mengenal SMAN 8 sebagai sekolah dengan banyak prestasi nonakademik, kami tetap memberikan perhatian yang sama terhadap prestasi akademik. Semua potensi siswa kami fasilitasi agar bisa berkembang sesuai kemampuannya,” ujar Anik.

Saat ini, SMAN 8 Kota Kediri menaungi sekitar 1.250 peserta didik yang terbagi dalam jenjang kelas X, XI, dan XII. Setiap jenjang memiliki 12 rombongan belajar dengan dukungan sekitar 83 tenaga pendidik dan kependidikan.

Dengan jumlah tersebut, sekolah terus memperkuat sistem pembinaan agar setiap siswa mendapatkan kesempatan berkembang sesuai bakat dan minatnya.

Bagi SMAN 8, pendidikan bukan hanya tentang mengejar angka di rapor, tetapi juga membangun karakter, kedisiplinan, kerja keras, dan mental juara.

Warisan SGO yang Tetap Bersinar Lewat Prestasi Olahraga

Sebagai sekolah yang memiliki sejarah panjang dari SGO, dunia olahraga masih menjadi salah satu kekuatan utama SMAN 8 Kediri.

Tradisi mencetak atlet berprestasi terus dijaga melalui pembinaan yang berkelanjutan. Berbagai atlet muda binaan sekolah telah menunjukkan kemampuan mereka di berbagai kompetisi tingkat daerah hingga nasional.

Salah satu pencapaian terbaru datang dari ajang Atletik Indonesia U-18 Open di Jakarta. Dalam kompetisi tersebut, sebanyak 13 siswa SMAN 8 Kota Kediri berhasil membawa pulang medali emas, perak, dan perunggu.

Tidak berhenti pada cabang atletik, sekolah juga aktif mengembangkan berbagai bidang olahraga lain seperti balap sepeda, futsal, basket, serta cabang olahraga lainnya.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa warisan sebagai sekolah olahraga tetap menjadi kekuatan yang terus menyala.

Di balik gemerlap prestasi olahraga, SMAN 8 Kediri juga menunjukkan perkembangan positif dalam bidang akademik.

Tahun ini, dua siswa berhasil melangkah hingga tingkat Provinsi Jawa Timur dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia.

Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa budaya berprestasi di SMAN 8 tidak hanya tumbuh di arena pertandingan, tetapi juga berkembang dalam dunia ilmu pengetahuan.

Untuk mendukung potensi akademik siswa, sekolah menghadirkan sejumlah program unggulan, di antaranya Kelas CI (Cerdas Istimewa) bagi peserta didik dengan kemampuan akademik tinggi serta Program Prodistik yang memberikan pembekalan kompetensi teknologi informasi.

Melalui program tersebut, siswa tidak hanya dipersiapkan menghadapi tantangan pendidikan saat ini, tetapi juga dunia masa depan yang semakin erat dengan perkembangan teknologi.

Menyambut Siswa Baru 2026/2027, SMAN 8 Siapkan Generasi Adaptif

Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 8 Kediri menerima sekitar 429 peserta didik baru melalui berbagai jalur penerimaan.

Para siswa baru tersebut mengikuti kegiatan MPLS Ramah sesuai petunjuk teknis pemerintah sebagai tahap awal mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta nilai-nilai yang diterapkan di SMAN 8.

Menurut Anik, masa perpindahan dari jenjang SMP menuju SMA merupakan fase penting yang membutuhkan pendampingan.

Sekolah berupaya memastikan peserta didik mampu beradaptasi, membangun kerja sama, serta menemukan potensi diri selama menjalani proses pendidikan di lingkungan baru.

Di balik langkah baru SMAN 8 Kediri, terdapat perjalanan panjang seorang pendidik yang telah mengabdikan diri hampir dua dekade.

Anik Safitri Budiyati memulai kariernya sebagai guru pada 2009 di SMAN 6 Kediri. Empat tahun kemudian, ia mendapat tugas baru di SMKN 1 Kediri sebagai guru produktif Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

Pada Mei 2025, ia dipercaya memimpin SMKN 1 Kras Kabupaten Kediri sebagai kepala sekolah. Hingga akhirnya, sejak 1 April 2026, ia menerima amanah baru untuk memimpin SMAN 8 Kediri.

Pengalaman panjang di dunia pendidikan menjadi modal baginya untuk membawa sekolah menuju perkembangan yang lebih maju.

Menghadapi Era Digital, Guru Tetap Menjadi Cahaya Utama Pendidikan

Di tengah derasnya arus digitalisasi, Anik melihat sekolah memiliki tantangan besar untuk terus beradaptasi.

Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan sebagai alat pendukung pembelajaran, bukan menggantikan nilai utama pendidikan.

Karena itu, SMAN 8 terus mendorong peningkatan kompetensi guru sekaligus membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab.

Ia meyakini, kemajuan teknologi sebesar apa pun tidak akan mampu menggantikan peran guru.

Sebab pendidikan bukan hanya tentang transfer ilmu, tetapi juga tentang membentuk karakter, menanamkan nilai, serta membimbing generasi muda menjadi manusia yang siap menghadapi masa depan.

Dengan sejarah panjang, semangat pembaruan, dan tekad mencetak generasi unggul, SMAN 8 Kediri kini berdiri sebagai simbol transformasi pendidikan: tetap menjaga akar prestasi olahraga, sembari melangkah lebih jauh menuju kejayaan akademik.

Jurnalis: Navima Aulya Sava

✓ Link berhasil disalin