Bukan Sekadar Seragam Baru, Pesan Bupati Sekolah Menjadi Rumah Kedua yang Aman Tanpa Perundungan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Langkah kecil dengan harapan besar mengiringi hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMPN 2 Ngasem, Kabupaten Kediri, Senin (13/7). Ratusan wajah baru tampak penuh semangat saat memasuki gerbang sekolah, membawa cerita baru, impian baru, dan perjalanan panjang menuju masa depan.

Suasana penuh keceriaan itu semakin bermakna ketika Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito hadir menyapa langsung para peserta didik baru. Di tengah kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut berdialog dengan siswa sekaligus menitipkan pesan penting tentang bagaimana menciptakan sekolah yang nyaman, aman, dan penuh rasa saling menghargai.

Di hadapan para siswa baru, Mas Dhito menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter. Karena itu, ia mengajak seluruh siswa menjaga lingkungan sekolah agar tetap menjadi tempat yang menyenangkan bagi semua.

“Pesan saya kepada anak-anak juga jelas, hentikan segala bentuk bullying. Bullying itu bukan hanya kekerasan fisik, tetapi juga kekerasan verbal,” tegas Mas Dhito.

Menurutnya, tindakan merendahkan, mengejek, maupun menyakiti perasaan teman tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Sekolah harus menjadi tempat di mana setiap anak merasa dihargai dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.

Selain persoalan perundungan, Mas Dhito juga memberikan perhatian terhadap fenomena pelajar yang menggunakan sepeda motor sebelum memenuhi syarat usia dan kepemilikan Surat Izin Mengemudi (SIM). Ia meminta pemerintah, sekolah, serta orang tua bersama-sama meningkatkan pengawasan demi keselamatan para pelajar.

“Penggunaan kendaraan oleh anak-anak di bawah umur juga harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai keselamatan mereka terabaikan karena belum memenuhi aturan berkendara,” pesannya.

MPLS Ramah, Wujud Sekolah Nyaman Tanpa Perpeloncoan

Pesan yang disampaikan Bupati Kediri tersebut sejalan dengan konsep MPLS Ramah yang diterapkan di seluruh sekolah di Kabupaten Kediri. Program ini mengedepankan pendekatan yang mendidik, menyenangkan, dan membangun karakter siswa tanpa adanya praktik perpeloncoan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., menjelaskan bahwa seluruh satuan pendidikan diarahkan untuk melaksanakan MPLS dengan mengutamakan kenyamanan serta pembentukan karakter peserta didik.

“Tema MPLS tahun ini adalah MPLS Ramah. Artinya tidak ada perpeloncoan, tidak ada bullying, dan tidak boleh ada iuran dalam bentuk apa pun terkait MPLS,” jelas Muhsin.

Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para siswa tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan sekolah, tetapi juga diajak membangun kebersamaan, memahami nilai-nilai disiplin, serta belajar menghargai keberagaman di lingkungan pendidikan.

Semangat MPLS Ramah juga terlihat dalam pelaksanaan kegiatan di SMPN 2 Ngasem. Pelaksana Tugas Kepala SMPN 2 Ngasem, Sulistyo Wulandari, menyampaikan bahwa hari pertama MPLS difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah agar siswa baru lebih mudah beradaptasi.

“Pada hari pertama MPLS, materi yang diberikan adalah pengenalan lingkungan sekolah. Setelah itu dilanjutkan dengan materi Wiyata Mandala,” ujar Sulistyo.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan berbagai fasilitas sekolah, lingkungan sekitar, serta nilai-nilai yang menjadi budaya positif di sekolah.

Bagi sebagian siswa, awal tahun ajaran baru bukan hanya tentang bertemu teman baru dan mengenakan seragam baru, tetapi juga menghadapi tantangan baru. Salah satunya dirasakan Irsad, siswa yang berasal dari keluarga sederhana.

Putra seorang kuli bangunan tersebut mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi keluarga sempat membuat pelunasan seragam sekolah menjadi kendala. Namun, bantuan yang diterimanya memberikan harapan baru sehingga ia dapat menjalani tahun ajaran dengan lebih tenang.

Kini, langkah Irsad dan para siswa baru lainnya kembali terbuka. Dengan semangat MPLS Ramah, mereka memulai perjalanan pendidikan bukan dalam suasana takut, melainkan dengan rasa percaya diri, persahabatan, dan harapan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

 

jurnalis : Anisa Fadila

✓ Link berhasil disalin