KEDIRI — Irama gamelan dan pertunjukan Reog menghidupkan suasana ngabuburit di halaman Kantor Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Kamis (5/3). Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan budaya, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan lintas komunitas sekaligus berbagi lebih dari 2.000 paket takjil kepada masyarakat.
Kepala Disbudparpora Kota Kediri, H. Bambang Priyambodo, mengatakan kegiatan tersebut sengaja digelar untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang bagi insan budaya, pariwisata, pemuda, hingga komunitas olahraga untuk berkumpul dan merasakan semangat berbagi di bulan suci.
“Acara ini kami gelar untuk mewadahi masyarakat yang mencintai budaya. Semua bisa hadir bersama menikmati pertunjukan Reog yang menjadi salah satu kekayaan budaya di Kota Kediri,” ujarnya.
Selain menikmati pertunjukan seni tradisional, masyarakat yang hadir juga menerima takjil yang dibagikan panitia. Lebih dari 2.000 paket takjil disiapkan untuk warga yang datang mengikuti kegiatan ngabuburit tersebut.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempererat kebersamaan masyarakat serta mendukung program D’Cito, yang menjadi salah satu indikator utama program Disbudparpora Kota Kediri.
Sejumlah organisasi dan komunitas turut terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya PHRI Kediri Raya, KORMI Kota Kediri, Pemuda Pancasila, KONI Kota Kediri, serta Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri. Dukungan juga datang dari Paguyuban Biro Perjalanan Wisata Kota Kediri, yang sebelumnya dikenal sebagai ASITA (Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia).
Ngaji Budaya

Tidak hanya pertunjukan budaya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan penanaman pohon beringin di halaman kantor Disbudparpora. Penanaman ini dilakukan untuk menggantikan pohon beringin yang sebelumnya tumbang pada 2022.
Bambang menjelaskan, penanaman kembali pohon tersebut bertujuan memulihkan lingkungan sekaligus mengembalikan kerindangan di kawasan tersebut.
“Rangkaian agenda hari ini juga sekaligus penanaman pohon yang dulu ada di sini, yaitu pohon beringin,” ungkap Bambang yang akrab disapa Abah BP.
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah Kota Kediri, Yuwono Wahyu Alam, menyebut pohon beringin memiliki makna simbolik yang kuat dalam budaya masyarakat.
Menurutnya, beringin identik dengan keteduhan dan perlindungan, sehingga penanamannya memiliki nilai filosofi sekaligus upaya pelestarian lingkungan.
“Beringin melambangkan keteduhan. Pohon yang ditanam di sini juga cukup istimewa karena memiliki ranting dan pucuk berwarna kuning,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi menanam pohon merupakan bagian dari upaya Dewan Kebudayaan Daerah untuk melestarikan tanaman-tanaman langka sekaligus menjaga identitas budaya suatu daerah.
Pertunjukan Reog yang digelar menjelang waktu berbuka puasa tersebut juga menarik perhatian masyarakat yang datang untuk mengisi waktu ngabuburit.
“Saya datang ke sini ingin melihat pertunjukan Reog sekaligus ngabuburit. Pertunjukannya sangat menarik,” kata Diah, salah satu warga yang hadir.
Rangkaian kegiatan Ramadan di lokasi tersebut masih akan berlanjut. Pada 14 Maret mendatang, Disbudparpora berencana mengumpulkan seluruh paguyuban jaranan se-Kota Kediri dalam kegiatan Ngaji Berbudaya, yang diisi dengan pengajian bersama dan selawat sebagai bagian dari peringatan Ramadan.









