Pesan Tegas Mas Dhito: Tak Ada Tempat bagi Bullying di Sekolah Kabupaten Kediri

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri memperkuat upaya pencegahan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pendampingan psikososial terhadap 199 siswa kelas X dan XI SMA Dharma Wanita Boarding School Pare.

Program yang digagas melalui kolaborasi Dinas Sosial Kabupaten Kediri bersama Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Kediri tersebut tidak hanya berfokus pada kesehatan mental, tetapi juga mendorong siswa agar lebih percaya diri, mengenali potensi diri, serta mampu menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.

Langkah ini sekaligus menjadi tindak lanjut atas perhatian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, terhadap persoalan perundungan di lingkungan sekolah.

Dalam rekaman video yang disampaikan kepada para siswa, Bupati yang akrab disapa Mas Dhito itu menegaskan bahwa praktik bullying tidak boleh mendapat tempat di dunia pendidikan. Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan perundungan harus ditindak tegas dengan pemberian sanksi khusus kepada pelakunya.

Pendampingan psikososial tersebut dilaksanakan di Joglo Eks Kawedanan Pare. Sasaran kegiatan adalah para siswa yang menjalani kehidupan di lingkungan boarding school atau asrama, dengan kondisi harus tinggal terpisah dari keluarga selama mengikuti proses pendidikan.

Situasi tersebut membutuhkan kesiapan mental, kemampuan beradaptasi, serta lingkungan pergaulan yang sehat agar para siswa dapat menjalani kehidupan sekolah secara optimal.

Ketua TP PKK Kabupaten Kediri, Eriani Annisa Hanindhito, melalui Ketua Pokja I, Dyah Saktiana, mengingatkan bahwa setiap anak memiliki potensi, kemampuan, dan peluang yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Menurutnya, keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Sebaliknya, setiap siswa perlu membangun kedisiplinan, meningkatkan semangat belajar, mengasah kemampuan, serta selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.

Ia juga berpesan agar para siswa tidak mudah kehilangan semangat ketika menghadapi kegagalan maupun kesulitan.

“Jangan takut bermimpi, jangan mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan, dan jangan pernah berhenti berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.

Motivasi serupa disampaikan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri, Subur Widono. Ia mengajak para siswa menanamkan keyakinan positif terhadap kemampuan diri melalui dua prinsip sederhana, yakni “Aku Bisa” dan “Tidak Ada yang Tidak Mungkin”.

Menurutnya, keberhasilan bukan sesuatu yang dapat diperoleh secara instan. Dibutuhkan proses panjang, kerja keras, konsistensi, serta semangat pantang menyerah untuk mewujudkan setiap cita-cita.

“Keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan membutuhkan proses, usaha, dan semangat pantang menyerah,” pesannya.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai karakter dan kemampuan pribadi, pendampingan tersebut juga diisi dengan sejumlah materi pengembangan diri.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan minat dan bakat, refleksi diri untuk memahami kelebihan maupun kekurangan, serta pembentukan pola pikir positif.

Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan akademik, tetapi juga ketahanan mental, kepercayaan diri, dan kemampuan membangun hubungan sosial yang sehat.

Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan berkembang serta meraih masa depan yang lebih baik.