Melakukan bagi takjil di Bulan Ramadan tahun lalu (istimewa)

Puasa Ramadan dan Paskah Bersamaan, SMP Katolik Santa Maria Kediri Tunjukkan Toleransi Siswa Beragama

Bagikan Berita :

KEDIRI — Suasana toleransi antarumat beragama terasa kuat di SMP Katolik Santa Maria Kediri. Tahun ini, pelaksanaan ibadah puasa Ramadan bertepatan dengan masa Puasa Pra-Paskah, namun perbedaan tersebut justru menjadi ruang pembelajaran nyata tentang saling menghargai dan hidup berdampingan dalam keberagaman.

Kepala Sekolah SMP Katolik Santa Maria Kediri, Lucas Santoso, mengatakan pihak sekolah berkomitmen menyediakan ruang dan fasilitas bagi seluruh siswa agar dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan nyaman dan khusyuk.

Di sekolah tersebut tercatat terdapat 26 siswa muslim, serta satu guru dan satu tenaga kependidikan yang beragama Islam.

Menurut Lucas, momentum Ramadan yang bertepatan dengan masa Pra-Paskah justru dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk menanamkan nilai toleransi kepada seluruh siswa.

“Kegiatan Ramadan kami isi dengan pembagian takjil dan buka puasa bersama. Dananya dikumpulkan secara sukarela, baik dari siswa muslim maupun non-muslim sebagai bentuk solidaritas,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/3).

Selain kegiatan sosial, pihak sekolah juga melakukan pemantauan kegiatan ibadah siswa dengan melibatkan peran orang tua. Hal ini dilakukan agar aktivitas keagamaan siswa tetap berjalan dengan baik meski dilakukan di luar lingkungan sekolah.

Lucas menjelaskan, pemantauan dilakukan melalui Google Form, di mana siswa diminta mengunggah dokumentasi kegiatan ibadah serta melengkapi buku catatan ibadah yang ditandatangani oleh orang tua.

“Terkait ibadah di bulan Ramadan, kami melakukan pemantauan melalui Google Form untuk mengunggah foto kegiatan serta buku catatan ibadah yang ditandatangani orang tua,” jelasnya.

Melalui sistem tersebut, orang tua diharapkan turut membimbing dan mengawasi anak dalam menjalankan ibadah di rumah. Laporan yang dikumpulkan meliputi pelaksanaan salat wajib, salat tarawih, serta kegiatan ibadah lainnya selama Ramadan.

Tanpa Ada Perbedaan

Kepala Sekolah SMP Katolik Santa Maria Kediri, Lucas Santoso (Anisa Fadila)

Tak hanya itu, sekolah juga menyesuaikan kegiatan belajar mengajar agar tetap selaras dengan kebutuhan ibadah siswa yang berpuasa. Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengurangi durasi pembelajaran lima menit setiap jam serta menutup kantin setiap hari Jumat sebagai bentuk penghormatan kepada siswa muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Lucas menegaskan bahwa meskipun sekolah berbasis Katolik, pihaknya tetap membuka ruang bagi semua siswa tanpa membedakan latar belakang agama.

Salah satu bentuk komitmen tersebut adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa muslim untuk melaksanakan Salat Jumat, dengan menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar sekitar pukul 12.30 hingga 13.00.

Meski belum memiliki musala khusus karena keterbatasan lahan, sekolah tetap menyediakan ruang yang dapat dimanfaatkan oleh siswa maupun guru muslim untuk melaksanakan salat.

“Meski kami sekolah Katolik, kami tetap berupaya memberikan ruang dan fasilitas bagi siswa muslim agar dapat menjalankan ibadahnya dengan baik, sekaligus menanamkan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Lucas.

Kebijakan tersebut dirasakan langsung oleh para siswa muslim. Audrey Vallenia, siswi kelas 8C, mengaku merasa nyaman menjalankan puasa di lingkungan sekolah karena suasana yang saling menghormati antar siswa.

“Teman-teman di sini cukup toleran. Saat mereka makan, biasanya mereka memilih ke belakang atau izin terlebih dahulu,” ujarnya.

Audrey menambahkan, siswa muslim juga mendapatkan buku Pondok Ramadan untuk mencatat aktivitas ibadah seperti salat dan tarawih yang kemudian ditandatangani ustaz sebagai bukti pelaksanaan.

Selama dua tahun bersekolah di SMP Santa Maria Kediri, ia merasakan bahwa kegiatan ibadah dapat berjalan dengan baik karena sekolah memberikan waktu bagi siswa muslim untuk melaksanakan Salat Jumat serta menyediakan ruang untuk salat harian.

“Selama ini proses ibadah berjalan dengan baik dan difasilitasi sekolah,” pungkasnya.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, SMP Katolik Santa Maria Kediri menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar konsep, tetapi nilai yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pendidikan.

jurnalis : Anisa Fadila
Bagikan Berita :