Profil AKP Septia Intan Putri, Srikandi Bhayangkara Polres Kediri Kota, Siap Hadapi Tantangan Baru Tindak Rabu Gaul-Jumat Gaul

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI — Pengalaman bertugas di sejumlah daerah, termasuk wilayah kepulauan terluar Indonesia, menjadi modal AKP Septia Intan Putri saat dipercaya mengemban tugas baru sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Kediri Kota.

Polwan yang akrab disapa AKP Septi tersebut resmi menggantikan AKP Tutud Yudho Prasetyawan yang kini mendapat tugas baru sebagai Kapolsek Kandat Polres Kediri.

Serah terima jabatan berlangsung di Mako Polres Kediri Kota, Jumat (28/8) pagi. Usai kegiatan tersebut, AKP Septi menceritakan perjalanan kariernya hingga akhirnya dipercaya memimpin Satlantas Polres Kediri Kota.

Perwira lulusan Akademi Kepolisian (AKPOL) 2015 asal Padang, Sumatera Barat, itu mengaku profesi sebagai polisi bukanlah pilihan yang muncul secara tiba-tiba. Sejak kecil, ia sudah memiliki cita-cita menjadi anggota Polri.

Kariernya dimulai dengan penugasan di Aceh. Salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah ketika dipercaya menjabat KBO Satlantas Polres Simeulue.

Simeulue merupakan wilayah kepulauan yang berada di bagian terluar Aceh. Letaknya yang jauh dari pusat pemerintahan provinsi membuat perjalanan menuju daerah tersebut membutuhkan waktu cukup panjang.

Dari Banda Aceh, perjalanan darat dapat memakan waktu sekitar delapan jam. Setelah itu, perjalanan masih harus dilanjutkan melalui laut selama kurang lebih 14 jam.

Namun, kondisi geografis tersebut tidak membuat AKP Septi menganggap penugasan di wilayah terpencil sebagai beban.

“Semua berkesan menurut saya. Namun yang paling berkesan adalah dinas di Aceh karena orang memandang Aceh itu jauh. Orang tahunya di sana ada GAM. Padahal di sana negara Islam yang indah,” kata AKP Septi.

Saat bertugas di Simeulue, ia dipercaya sebagai KBO Lantas. Baginya, lokasi penugasan bukan alasan untuk memberikan pelayanan yang berbeda kepada masyarakat.

Menurut AKP Septi, setiap anggota kepolisian tetap dapat menjalankan tugas dengan baik selama memiliki niat dan kemauan untuk melaksanakan amanah.

“Tidak ada tantangan tersendiri, kita bisa menjalankan sesuai amanah. Semua tergantung niat kita sendiri,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan tugas di Aceh, AKP Septi melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2018. Setelah itu, perjalanan kariernya berlanjut di lingkungan Polda Jambi.

Sejumlah posisi kemudian dipercayakan kepadanya. Di antaranya Kanit PPA Satreskrim Polresta Banda Aceh, Panit 1 Unit 1 Subdit 4 Ditreskrimum Polda Jambi, serta Kapolsek Kawasan Pelabuhan Talang Duku Polresta Jambi.

Kariernya juga berlanjut sebagai Kasat Narkoba dan Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Barat Polda Jambi. Setelah itu, ia berdinas di Jawa Timur sebagai Paur Samsat Manyar Regional Surabaya.

Sebelum ditunjuk sebagai Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Septi menjabat Paur Si BPKB Subregident Ditlantas Polda Jawa Timur.

Kini, pengalaman panjang tersebut dibawanya ke Kota Kediri. Ia mengaku tidak menyangka mendapat kepercayaan untuk memimpin satuan lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota yang menurutnya cukup luas dan mencakup delapan polsek.

“Bisa bergabung di Kediri Kota kami tidak terbayang. Saya akan segera melihat situasi kondisi dan mempelajari wilayah Polres Kediri Kota,” tuturnya.

Sebagai pejabat baru, Srikandi Korps Bhayangkara ini, akan terlebih dahulu memetakan kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Salah satu prioritasnya adalah meningkatkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas.

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto.

Salah satu persoalan yang turut menjadi perhatian adalah aktivitas konvoi dan kerumunan anak muda yang dikenal masyarakat dengan istilah Rabu Gaul dan Jumat Gaul.

AKP Septi menyebut fenomena tersebut akan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang segera dipelajari setelah dirinya mulai menjalankan tugas sebagai Kasat Lantas.

“Rabu Gaul dan Jumat Gaul itu akan menjadi PR kami,” tegas perempuan berusia 33 tahun tersebut.

Di luar kesibukannya sebagai anggota Polri, AKP Septi memiliki hobi bermain basket. Sementara kepada masyarakat Kota Kediri, ia menyampaikan pesan agar seluruh pengguna jalan semakin disiplin dalam berlalu lintas.

Ia mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan, segera memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain.

“Taatilah lalu lintas sesuai dengan ketentuan, segera buat SIM dan jangan kebut-kebutan. Saya lihat di sini banyak satu jalur, jadi jangan ngebut mendahului,” pesannya.

Dengan pengalaman penugasan yang membentang dari Aceh, Jambi hingga Jawa Timur, AKP Septi kini menghadapi babak baru di Kota Kediri.

Tugasnya bukan sekadar menjaga kelancaran arus kendaraan, tetapi juga memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat di jalan raya, termasuk menghadapi berbagai fenomena lalu lintas yang berkembang di kalangan anak muda.

 

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan