KEDIRI – Persiapan Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji pada 2027 terus dikebut. Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kementerian Haji dan Umrah kini mulai mematangkan berbagai kebutuhan, salah satunya memastikan ketersediaan akomodasi bagi calon jamaah haji (CJH).
Tak hanya mengandalkan hotel yang sudah tersedia, Pemkab Kediri juga menyiapkan lahan khusus untuk pembangunan Hotel Haji. Lahan tersebut berada di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, dengan luas mencapai 59.307 meter persegi atau sekitar 5,9 hektare.
Tanah yang ditaksir bernilai Rp63.283.593.657 itu telah diserahkan Pemkab Kediri melalui hibah kepada Kementerian Haji dan Umrah. Nantinya, lahan tersebut direncanakan menjadi lokasi pembangunan Kantor Kementerian Haji Kabupaten sekaligus Hotel Haji.
Menteri Haji dan Umrah RI KH Mochamad Irfan Yusuf mengatakan, pembangunan Hotel Haji akan segera dimatangkan. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah menggandeng pihak lain melalui skema kerja sama.
“Hotel haji ini nanti ya tentu kita akan berpikir bagaimana kita bisa segera mewujudkannya. Tentu salah satu kemungkinannya adalah kita bekerja sama dengan pihak lain,” kata Irfan.
Di sisi lain, Pemkab Kediri saat ini masih menghitung kebutuhan akomodasi untuk jamaah yang nantinya berangkat melalui Bandara Dhoho. Penghitungan mencakup kapasitas kamar, tingkat okupansi, hingga kesiapan fasilitas di sejumlah hotel.
Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa mengatakan, kapasitas hotel akan disesuaikan dengan jumlah jamaah dan kapasitas pesawat yang digunakan dari Bandara Dhoho.
“Kita masih menghitung sampai sore nanti, okupansinya, persiapannya, kebutuhan kita sesuaikan dengan kapasitasnya pesawat di sini,” ujarnya.
Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Kediri, Drs. H. Sukadi, M.M., menyebut pembangunan Hotel Haji ditargetkan mulai dikerjakan pada 2027. Dengan target tersebut, hotel diharapkan sudah dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan ibadah haji pada 2028.
Persiapan juga menyentuh sektor infrastruktur. Akses jalan yang menghubungkan Hotel Haji dengan Bandara Dhoho direncanakan diperlebar hingga 15 meter. Pelebaran tersebut diharapkan mampu memperlancar pergerakan jamaah, terutama saat proses keberangkatan dan kepulangan.
Sambil menunggu pembangunan Hotel Haji, Pemkab Kediri telah mengidentifikasi sejumlah hotel yang berpotensi digunakan untuk mendukung akomodasi jamaah pada 2027. Dua di antaranya adalah Fave dan Grand Surya.
Sukadi menegaskan, kebutuhan paling mendasar yang harus dipastikan adalah ketersediaan kamar dan fasilitas ibadah.
“Yang diprioritaskan, yang paling pertama itu tempat tinggal, kamarnya. Bagaimana kamarnya cukup apa enggak, kalau enggak cukup, solusinya bagaimana. Terus tempat ibadah mereka,” jelas Sukadi.
Dengan persiapan tersebut, Pemkab Kediri dan Kementerian Haji dan Umrah terus mematangkan kesiapan akomodasi serta infrastruktur pendukung. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menjadikan Bandara Dhoho Kediri sebagai salah satu embarkasi haji mulai 2027.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



