KEDIRI — Pergantian pelatih dari Ong Kim Swee ke Marcos Reina membawa babak baru bagi Persik Kediri. Tim berjuluk Macan Putih mulai melakukan perombakan komposisi pemain demi membentuk skuad yang sejalan dengan filosofi permainan pelatih anyar asal Spanyol tersebut.
Hingga saat ini, Persik telah mendatangkan tiga pemain asing baru, yakni Checu Meneses, Adrian Luna, dan Jal Toran. Kehadiran ketiganya menjadi penanda awal perubahan tim dengan nuansa Spanyol yang cukup kuat. Meski begitu, manajemen menegaskan aktivitas transfer belum sepenuhnya rampung.
Pergerakan pemain lokal juga turut menyita perhatian. Yusuf Meilana dipastikan dipinjamkan ke Bali United. Klub berjuluk Serdadu Tridatu tersebut sebelumnya mengincar Alfreandra Dewangga dari Persib Bandung, namun negosiasi tidak menemui kesepakatan. Yusuf kemudian dipilih untuk memperkuat sektor kiri pertahanan Bali United.
Kepergian Yusuf semakin menegaskan adanya perubahan di lini belakang Persik setelah manajemen mendatangkan Hamra Hehanussa dan Rezaldi Hehanussa dengan status pinjaman dari Persib Bandung. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari penyegaran di posisi bek kiri Macan Putih.
Tak hanya itu, Persik Kediri juga dikaitkan dengan gelandang Madura United, Taufany Muslihudin, yang disebut-sebut berpeluang bergabung untuk memperkuat lini tengah dalam mengarungi sisa musim kompetisi.
Di sisi lain, perombakan skuad juga diikuti dengan pelepasan sejumlah pemain asing. Hingga kini, Khursidbek Muktorov dan Lucas Gama telah resmi dilepas. Sementara Sylvain Atieda dan Telmo Castenheira dikabarkan masuk dalam daftar pemain yang akan dicoret dari skuad.
Manajer Persik Kediri, Syahid Nur Ichsan, mengakui aktivitas transfer masih akan berlangsung hingga penutupan bursa pada 6 Februari mendatang.
“Masih ada pemain lokal maupun asing yang berpotensi masuk. Untuk detailnya, publik tentu kami minta menunggu,” ujarnya.
Syahid menambahkan, saat ini Persik telah memiliki 11 pemain asing. Namun, manajemen tetap membuka peluang untuk melakukan evaluasi lanjutan, termasuk mencoret dan mengganti pemain asing sesuai kebutuhan tim.
Skuad Terbaik

Dalam proses pembenahan tersebut, Persik disebut banyak belajar dari Persib Bandung yang tampil impresif sebagai juara paruh musim. Sejumlah pemain dengan latar belakang Maung Bandung pun diandalkan, termasuk keputusan manajemen untuk memperpanjang kontrak kapten tim Ezra Walian.
“Sejak kedatangannya, Ezra menunjukkan dedikasi yang luar biasa. Bukan hanya lewat performa di lapangan, tetapi juga perannya sebagai pemimpin di ruang ganti,” ujar Syahid.
Menurutnya, perpanjangan kontrak Ezra merupakan bagian dari rencana jangka panjang Persik Kediri dalam menjaga kekuatan tim.
“Dia sering hadir membantu tim di momen-momen krusial. Perpanjangan kontrak ini adalah bentuk komitmen kami untuk mempertahankan skuad terbaik,” imbuhnya.
Ezra Walian menyambut antusias kepercayaan tersebut. Ia mengaku Persik Kediri telah menjadi rumah keduanya dan bertekad untuk terus memberikan kontribusi maksimal.
“Saya bangga bisa terus berkostum Persik Kediri. Kepercayaan ini membuat saya semakin termotivasi untuk bekerja lebih keras dan meningkatkan performa di setiap pertandingan,” ujar Ezra.
Ia juga menegaskan bahwa penampilannya selama ini tidak lepas dari dukungan penuh Persikmania, sebutan bagi pendukung setia Persik Kediri.
“Terima kasih kepada Persikmania, pelatih, dan rekan setim atas dukungan yang diberikan. Fokus saya ke depan adalah membantu tim melangkah lebih jauh dan bersaing di level tertinggi,” tutupnya.









