KEDIRI – Berdasarkan aduan salah satu wali murid dan dibenarkan lainnya, ditemukan ulat pada menu makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan kepada salah satu siswa SMAN 1 Kediri. Terkait hal ini, Arif Syah Putra, M.Pd. selaku kepala sekolah membenarkan atas aduan tersebut.
“Silahkan konfirmasi ke pihak SPPG Mojoroto,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, Senin (10/11).
Saat ditemui di tempatnya bekerja, Lailia Wahyuliana selaku Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Mojoroto 1. Beralamatkan di Kelurahan Mojoroto Gg IV, mengaku juga mendapatkan aduan dari group sekira pukul 10.47 wib.
“Kami langsung cek dan konfirmasi ke pihak sekolah juga. Saat ini masih dalam proses pengecekan di semua pihak. Kalau memang benar ada temuan seperti itu, berarti ada kelolosan di pihak kami. Namun, kami tetap menjamin produk kami non-pestisida,” terangnya.
Dia pun membenarkan jika pihaknya melayani sejumlah pengiriman paket MBG, salah satunya ke SMAN 1 Kediri beralamat di Jalan Veteran Kota Kediri.
“Kejadian ini jadi catatan bagi kami agar ke depan lebih selektif dan lebih perhatian dalam prosesnya. Penerimaan bahan selalu dicek oleh admin gudang saat bahan datang. Jadi sebenarnya sudah dipastikan aman, hanya saja ini murni kelolosan. Kemungkinan besar sumbernya dari buah matoa. Menu hari ini ayam serundeng, tumis radisia dan wortel, serta buah matoa. Diduga ulatnya berasal dari buah itu,” jelasnya.
Meski demikian, Lailia Wahyuliana menegaskan bahwa pihaknya sebelumnya belum pernah ada laporan, termasuk dugaan keracunan.
“Setelah dicek ke lapangan tidak ada kejadian apa pun. Kadang informasi seperti itu menyebar dari mulut ke mulut, padahal setelah dikonfirmasi ternyata tidak benar,” jelasnya.









