KEDIRI — Antusiasme warga Kediri dan daerah sekitarnya yang dikenal sebagai suporter sejati Persik Kediri kembali terlihat jelas di Stadion Brawijaya. Sejak awal laga kandang Persik Kediri menghadapi Dewa United FC, Sabtu (…), tribun stadion dipenuhi pendukung setia tim berjuluk Macan Putih.
Meski hujan deras sempat mengguyur stadion dan memaksa pertandingan dihentikan sementara akibat lapangan tergenang air, semangat suporter tak sedikit pun luntur. Mereka tetap bertahan di tempat duduk masing-masing, setia menanti laga dilanjutkan demi menyaksikan perjuangan tim kebanggaan secara langsung.
Menariknya, semangat mendukung Persik tak hanya didominasi kaum pria. Riska, suporter asal Pare, menjadi salah satu contoh bagaimana kecintaan terhadap Macan Putih melampaui batas cuaca dan jarak.
Perempuan muda tersebut mengaku telah lama menjadi pendukung Persik Kediri. Kecintaannya tumbuh sejak kecil, berawal dari kebiasaan mengikuti keluarga menonton langsung pertandingan di stadion.
“Saya memang suka sepak bola, apalagi Persik. Dari kecil sudah sering diajak nonton. Kalau datang langsung ke stadion rasanya berbeda, atmosfernya lebih terasa,” ujar Riska.
Menurutnya, suasana stadion menghadirkan energi tersendiri yang tak bisa digantikan oleh tayangan di layar kaca. Sorak sorai suporter, nyanyian dukungan, hingga kebersamaan di tribun menjadi bagian penting dalam menikmati pertandingan.
“Saya lebih suka nribun bareng teman-teman. Bisa ramai-ramai, lebih seru, dan suasananya hidup,” tambahnya.
Riska juga mengungkapkan, kesibukan sempat membuatnya jarang hadir langsung ke stadion dan hanya mengikuti pertandingan melalui siaran televisi. Namun, setiap kali kesempatan datang, ia selalu menyempatkan diri untuk kembali ke Stadion Brawijaya.
Baginya, atmosfer pertandingan yang tercipta dari ribuan suporter yang bersatu memberi dukungan adalah pengalaman yang tak tergantikan, sekaligus bukti nyata kecintaan terhadap Persik Kediri.









