Jembatan Kaliombo Ditutup Total, Hotel Insumo Kehilangan Pelanggan hingga Agenda Besar Batal

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Di balik penutupan total Jembatan Kaliombo I, roda ekonomi perlahan kehilangan iramanya. Jalan yang biasanya menjadi urat nadi mobilitas kini terputus, menyisakan kekhawatiran bagi pelaku usaha yang menggantungkan hidup pada akses tersebut.

Salah satu yang paling terdampak adalah Hotel Insumo Palace. Sejak proyek penggantian jembatan dimulai, omzet hotel merosot drastis akibat berkurangnya jumlah tamu, disertai pembatalan berbagai agenda berskala besar yang sebelumnya telah dijadwalkan.

Persoalan itu mengemuka dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi B DPRD Kota Kediri bersama manajemen Hotel Insumo Palace, Jumat (3/7). Dalam forum tersebut, percepatan pembangunan Jembatan Kaliombo I dinilai sebagai solusi paling realistis untuk mengurangi kerugian yang terus dialami pelaku usaha.

Sales Marketing Promotion Manager (SMPM) Hotel Insumo Palace, Agung Kartika, mengatakan audiensi digelar atas inisiatif pihak hotel setelah banyak pelaku usaha di sekitar proyek mengeluhkan dampak penutupan akses. Menurutnya, kondisi tersebut semakin memperberat dunia usaha yang sebelumnya sudah terpukul akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kalau bagi pelaku usaha, tiga bulan saja sebenarnya sudah sangat berat, apalagi sampai enam bulan. Dalam waktu selama itu konsumen bisa berpindah ke tempat lain. Karena itu harapan kami proyek ini bisa dipercepat,” ujar Agung.

Ia menjelaskan, akses menuju Hotel Insumo, SPBU, dan sejumlah pusat usaha lainnya kini hanya dapat ditempuh melalui jalur alternatif yang sempit dan kerap dipadati kendaraan. Kondisi itu membuat perjalanan menjadi lebih lama sehingga tidak sedikit calon pelanggan memilih membatalkan kunjungan.

Dampaknya tidak hanya dirasakan dari penurunan jumlah tamu. Sejumlah kegiatan berskala besar yang sebelumnya telah dijadwalkan di Hotel Insumo juga terpaksa ditunda bahkan dibatalkan karena penyelenggara mempertimbangkan sulitnya akses menuju lokasi.

“Dengan adanya penutupan jalan, sejumlah agenda kegiatan berskala besar yang sebelumnya sudah dijadwalkan akhirnya tertunda bahkan dibatalkan,” ungkapnya.

Menurut Agung, berbagai alternatif sebenarnya sempat dipertimbangkan, mulai dari pembangunan jembatan darurat hingga penerapan sistem buka tutup satu jalur. Namun, setelah melihat kondisi konstruksi jembatan lama yang merupakan peninggalan era kolonial, opsi tersebut dinilai tidak memungkinkan untuk diterapkan.

Karena itu, percepatan penyelesaian proyek menjadi satu-satunya harapan agar kerugian yang dialami pelaku usaha tidak semakin membesar.

Harapan tersebut mendapat perhatian dari Komisi B DPRD Kota Kediri. Ketua Komisi B DPRD Kota Kediri, Arief Junaidi, mengatakan pihaknya menerima surat dari manajemen Hotel Insumo terkait dampak penutupan Jembatan Kaliombo terhadap aktivitas usaha di kawasan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima DPRD, penurunan omzet tidak hanya dialami hotel, tetapi juga sejumlah pelaku usaha lain di sekitar lokasi proyek. Bahkan, ada usaha yang nyaris tidak memperoleh pemasukan sejak akses utama ditutup.

“Target dari Balai Besar sekitar enam bulan, tetapi diupayakan bisa selesai dalam empat sampai lima bulan,” kata Arief.

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, percepatan menjadi opsi paling memungkinkan karena penutupan total jalan tidak dapat dihindari. Struktur Jembatan Kaliombo yang merupakan bangunan lama memiliki konstruksi batu bata dan pondasi batu peninggalan zaman Belanda dengan fondasi yang melebar, sehingga pembongkaran harus dilakukan secara menyeluruh.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penerapan sistem buka tutup maupun pembongkaran sebagian tidak memungkinkan dilakukan.

“Karena itu penutupan total memang tidak bisa dihindari. Jalannya memang harus ditutup total selama proses pekerjaan berlangsung,” tegasnya.

Arief berharap pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat, yakni dalam waktu empat hingga lima bulan, selama tidak terdapat kendala teknis di lapangan. Dengan demikian, aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha di sekitar Jembatan Kaliombo dapat segera kembali pulih setelah sempat tersendat akibat terputusnya akses utama.

jurnalis : Anisa Fadila

✓ Link berhasil disalin