KEDIRI — Di tengah agenda politik dan pemerintahan, suasana khidmat menyelimuti Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kediri, Selasa (18/8/2026). Sebelum menyampaikan sambutan, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito mengajak seluruh anggota legislatif dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri menundukkan kepala, mendoakan warga yang tengah menghadapi bencana.
Ajakan itu disampaikan Mas Dhito di Ruang Tegowangi. Ia mengungkapkan duka dan empati mendalam kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra, serta sejumlah daerah lain yang terdampak bencana.
“Mari sejenak kita berdoa bersama kepada seluruh saudara-saudara kita yang ada di NTT, Sumatra dan daerah lainnya yang mengalami bencana,” ujar Mas Dhito.
Bukan sekadar menyampaikan imbauan, Mas Dhito kemudian memimpin langsung doa bersama. Sejenak, agenda resmi sidang paripurna berhenti dalam suasana penuh keheningan dan kepedulian.
Ia mengajak seluruh peserta mendoakan warga yang menjadi korban bencana agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah.
Mas Dhito juga secara khusus mendoakan masyarakat yang meninggal dunia akibat bencana agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, sementara keluarga yang ditinggalkan diberi keteguhan hati.
“Saya memandu secara agama Islam, kita doakan bersama semoga yang berpulang dalam keadaan Husnul Khatimah dan keluarganya dikuatkan,” katanya.
Doa yang dipimpin secara spontan tersebut diikuti dengan khidmat oleh seluruh peserta sidang. Momen itu menjadi pengingat bahwa di balik agenda pemerintahan dan pembahasan regulasi, terdapat kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi ujian.
Gempa Susulan Masih Terjadi di NTT
Mas Dhito menyampaikan bahwa kondisi di NTT masih menjadi perhatian. Setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7, aktivitas gempa susulan disebut masih terjadi.
Bahkan, aktivitas gempa tersebut masih dirasakan ketika masyarakat melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
“Kemarin saat kita upacara ternyata masih ada gempa susulan,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menjadi alasan bagi Mas Dhito untuk mengajak seluruh peserta sidang turut memberikan dukungan moral melalui doa bagi masyarakat yang terdampak.
Bahas Lima Raperda dalam Sidang Paripurna
Setelah doa bersama, Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Kediri dilanjutkan dengan agenda pemerintahan dan legislasi daerah.
Pada sidang tersebut, Mas Dhito menyampaikan pendapat bupati terhadap dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang merupakan usulan DPRD Kabupaten Kediri.
Kedua Raperda tersebut masing-masing mengatur tentang Kesejahteraan Sosial serta Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan.
Menurut Mas Dhito, kedua rancangan regulasi tersebut relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Dua Raperda itu usulan DPRD Kabupaten Kediri dan saya rasa relevan dengan kondisi sekarang,” ujarnya.
Selain menyampaikan pendapat terhadap dua Raperda usulan DPRD, bupati juga memberikan penjelasan terhadap tiga Raperda lainnya.
Ketiganya berkaitan dengan Pengelolaan Barang Milik Daerah, Penataan dan Pembinaan Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan, serta Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.
Lima Raperda tersebut menjadi bagian dari agenda legislasi daerah yang dibahas dalam sidang paripurna. Sementara itu, pembukaan sidang dengan doa bersama untuk korban bencana memberikan nuansa berbeda: sebuah pesan bahwa proses pemerintahan tidak semata berbicara mengenai regulasi dan anggaran, tetapi juga tentang kepedulian kepada sesama.



