KEDIRI – Di tengah derasnya arus gaya hidup instan yang kian akrab dengan generasi muda, secercah harapan tumbuh dari halaman Dinas Kesehatan Kota Kediri. Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-41 Saka Bakti Husada pada Rabu (22/7) tak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa kesehatan adalah investasi masa depan bangsa.
Mengusung tema “Pangan Aman Bergizi untuk Indonesia Emas”, kegiatan tersebut melibatkan anggota Pramuka golongan Penegak dan Pandega dalam kampanye Gerakkan Masyarakat Hidup Sehat. Melalui kegiatan ini, para peserta dipersiapkan menjadi agen perubahan yang mampu mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, dimulai dari lingkungan terkecil.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri sekaligus Ketua Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Bakti Husada Kota Kediri, dr. Hamida, Sp.P., menegaskan bahwa Saka Bhakti Husada memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, hingga masyarakat.
“Saka Bakti Husada merupakan wadah pembinaan yang memiliki peran strategis untuk mencetak generasi muda yang peduli terhadap kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat,” ujar Hamida.
Menurutnya, pembinaan dilakukan melalui enam krida, yakni Krida Bina Keluarga Sehat, Krida Gizi, Krida Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, serta Krida Bina Obat.
Melalui enam bidang pembinaan tersebut, anggota Saka Bakti Husada diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjadi kader pembangunan kesehatan yang aktif mengedukasi masyarakat dan menginspirasi lingkungan sekitar untuk menerapkan perilaku hidup sehat.
dr. Hamida menilai tantangan kesehatan remaja saat ini semakin kompleks. Tingginya konsumsi makanan cepat saji, minuman berkafein, hingga berkurangnya aktivitas fisik akibat penggunaan gawai menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius.
Karena itu, para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta upaya pencegahan berbagai penyakit agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin anggota Saka Bakti Husada tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu mengimplementasikan perilaku hidup sehat dan menjadi pelopor di lingkungan masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Kediri, Candra Jaya, S.KM., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterlibatan aktif anggota Saka Bakti Husada dalam menggerakkan budaya hidup sehat berbasis potensi lokal sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Selain mengikuti kampanye, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai berbagai isu kesehatan remaja yang diharapkan dapat diterapkan di sekolah, keluarga, maupun lingkungan tempat tinggal mereka.
Ke depan, Dinas Kesehatan Kota Kediri berkomitmen melanjutkan pembinaan secara berkesinambungan melalui latihan rutin enam krida Saka Bakti Husada. Tidak hanya menerima materi, para anggota juga akan diterjunkan langsung dalam berbagai kegiatan lapangan, termasuk membantu pelayanan pertolongan pertama (P3K) pada kegiatan masyarakat sebagai bentuk implementasi nyata dari ilmu yang telah diperoleh.
Dengan langkah tersebut, Dinas Kesehatan Kota Kediri berharap lahir semakin banyak generasi muda yang bukan hanya memahami pentingnya kesehatan, tetapi juga mampu menjadi penggerak perubahan menuju masyarakat yang lebih sehat demi menyongsong Indonesia Emas.
jurnalis : Navima Aulya Sava



