KEDIRI – Di tengah semarak peringatan Hari Jadi Kota Kediri melalui gelaran Kediri Mapan Expo 2026, layanan cek kesehatan gratis menjadi salah satu stan yang paling ramai disambangi masyarakat. Sejak pagi, warga datang silih berganti memanfaatkan kesempatan untuk memeriksakan kondisi kesehatan sekaligus berkonsultasi langsung dengan tenaga medis.
Koordinator tim layanan kesehatan, dr. Muhammad Iqbal, mengatakan pemeriksaan gratis digelar selama rangkaian expo berlangsung, mulai Jumat hingga Sabtu (4/7). Berbagai layanan disediakan, mulai dari skrining kesehatan dasar, pemeriksaan status psikologis, pengukuran tekanan darah, hingga pemeriksaan kadar gula darah tanpa dipungut biaya.
“Untuk layanan yang diberikan yaitu cek kesehatan gratis, screening kesehatan mulai dari status psikologis, tekanan darah, cek gula gratis,” ujar dr. Muhammad Iqbal.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terlihat sejak layanan dibuka. Dari hasil pemeriksaan sementara, tim medis menemukan beragam keluhan yang dialami warga, mulai dari tekanan darah tinggi hingga persoalan kecemasan atau kesehatan mental. Meski demikian, Dinas Kesehatan tidak menetapkan target jumlah peserta karena berharap sebanyak mungkin masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut.
Selain mendeteksi kondisi kesehatan sejak dini, layanan ini juga menjadi ruang konsultasi bagi masyarakat untuk memperoleh rekomendasi penanganan yang tepat, baik melalui langkah preventif maupun promotif.
“Manfaat adanya cek kesehatan gratis ini mulai dari mendapat solusi yang terpercaya, tindakan apa yang harus dilakukan, entah itu preventif maupun promotif yang tepat untuk tata laksana keluhan dari penyakitnya,” jelasnya.
Salah seorang peserta, Agustin Wijaya, mengaku sengaja datang untuk berkonsultasi mengenai berat badannya yang dinilai masih di bawah ideal. Meski di tempat kerjanya rutin tersedia pemeriksaan kesehatan, ia tetap memanfaatkan layanan di Kediri Mapan Expo karena mudah diakses dan tidak dipungut biaya.
“Karena saya mau cek kesehatan saya, karena saya kan mau konsul berat badan dan acaranya gratis,” katanya.
Selama pemeriksaan, Agustin menjalani sejumlah skrining, di antaranya deteksi tuberkulosis (TBC), penelusuran riwayat penyakit tifus, pengukuran berat badan, hingga pemeriksaan kesehatan gigi.
“Tadi yang dicek kayak skrining penyakit TBC, punya riwayat penyakit atau tidak, berat badan, skrining gigi, itu aja sih,” ujarnya.
Ia mengaku konsultasi mengenai berat badan menjadi pengalaman yang paling berkesan karena memperoleh saran praktis dari dokter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bermanfaat karena dokter kasih solusi praktis apa aja yang harus dilakukan setiap hari untuk menjaga kesehatan kita,” tuturnya.
Agustin berharap layanan cek kesehatan gratis tidak hanya hadir saat penyelenggaraan expo, tetapi juga dapat digelar secara rutin di berbagai instansi, sekolah, maupun ruang publik lainnya agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan kesehatan preventif.
Program ini menjadi bukti bahwa perayaan hari jadi daerah tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan melalui pemeriksaan dini yang mudah dijangkau dan tanpa biaya.
jurnalis : Yulita Dyah Kusumasari



