KEDIRI – Ribuan kayuhan sepeda mengalir ke Kediri, Minggu (23/8) pagi. Sekitar 1.400 peserta dari keluarga Pondok Pesantren Wali Barokah memadati Balai Kota Kediri untuk mengikuti Jamnas II Mbahman Gowes Sejagad (MGS) 2026.
Mengusung tema “Apapun Sepedamu, yang Penting Gowes”, ajang ini tak hanya diikuti pesepeda dari Kediri. Goweser dari berbagai daerah di Indonesia turut datang, bahkan sejumlah peserta berasal dari luar Pulau Jawa.
Jarak pun bukan alasan untuk absen. Sebagian peserta dari Jabodetabek menempuh perjalanan sekitar 700 kilometer selama enam hari dengan bersepeda demi tiba di Kediri.
Bagi peserta, Jamnas II MGS 2026 bukan sekadar perjalanan mengayuh pedal. Di balik roda yang berputar, ada semangat menjaga kebugaran, memperluas persaudaraan, sekaligus menikmati potensi wisata daerah.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda olahraga semata. Menurut dia, gowes bersama dapat menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, persatuan, dan semangat gotong royong.
“Ini bukan sekadar sepeda bersama, tetapi tempat kita untuk memperkuat silaturahmi. Yang hadir ada dari luar Pulau Jawa, yang jauh-jauh datang ke sini,” ujar Vinanda.
Peserta terbagi dalam dua pilihan rute. Fun bike menempuh sekitar 20 kilometer, sedangkan adventure/long trip mencapai sekitar 35 kilometer.
Rute fun bike membawa peserta melewati kawasan Sekartaji menuju Simpang Lima Gumul. Setelah singgah di checkpoint untuk beristirahat dan mengenal destinasi wisata Kabupaten Kediri, peserta melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Wali Barokah.
Sementara peserta long trip diarahkan melintasi Semen dan Selopanggung. Perjalanan juga dilengkapi checkpoint di kawasan Bukit Bintang sebelum seluruh peserta kembali ke garis finis di Ponpes Wali Barokah.
Ketua Umum MGS Hj. Ali Mursito menjelaskan, nama Mbahman Gowes Sejagad merepresentasikan semangat untuk tetap aktif dan sehat.
“MGS ini Mbahman Gowes Sejagad, artinya orang tua yang ingin terus gowes sehat terus. Jadi ditujukan untuk kita yang ingin hidup sehat. Dengan hidup sehat maka ibadah lancar,” katanya.
Ketua Panitia Jamnas II MGS M Nur Wicaksono menambahkan, kegiatan ini dirancang dengan dua misi sekaligus: mempererat silaturahmi dan memperkenalkan potensi wisata Kediri.
Persiapan acara dilakukan hampir dua bulan. Setelah menuntaskan rute, peserta juga disuguhi rangkaian kegiatan seperti sarapan bersama, Panggung Gembira, hingga pembagian doorprize.
“Acara ini dikonsep sesuai visi Mapan, yakni ngangeni, untuk silaturahmi sekaligus mengenalkan pariwisata Kediri,” ujar Wicaksono.
Pada akhirnya, Jamnas II MGS 2026 bukan hanya tentang seberapa jauh roda berputar. Dari berbagai penjuru daerah, ribuan peserta membawa satu semangat yang sama: sehat dengan bersepeda, bertemu dalam persaudaraan, dan pulang membawa cerita tentang Kediri.
Jurnalis: Navima Aulya Sava



