Hijaukan Sekolah, Kuatkan Negeri! Pramuka Kota Kediri Gelar Apel Akbar Penggerak Ketahanan Pangan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Stadion Brawijaya akan menjadi saksi berkumpulnya ribuan anggota Pramuka dari jenjang SMP hingga SMA sederajat se-Kota Kediri dalam Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan, Jumat (17/7). Bukan sekadar seremoni, kegiatan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Kediri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan ini menjadi ikhtiar membangun generasi muda yang mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan.

Sejak siang hari, semangat kebersamaan akan menyatu dalam barisan para pelajar yang datang membawa harapan. Suasana apel juga akan semakin semarak dengan penampilan seni dari para siswa, mulai dari band pelajar, tari jaranan, hingga drum band SMAN 5 Taruna Brawijaya. Kehadiran penyanyi Niken Salindri, merupakan Siswi SMAN 8 Kediri, turut menjadi daya tarik yang diperkirakan akan menyedot antusiasme peserta.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno, mengatakan seluruh persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 90 persen hingga Kamis malam. Berbagai stand anjungan maupun panggung pertunjukan telah disiapkan untuk mendukung suksesnya kegiatan tersebut.

“Pada kegiatan ini kami akan menyampaikan komitmen bersama untuk mendukung program nasional ketahanan pangan yang digagas Presiden Prabowo. Pramuka diharapkan menjadi salah satu ujung tombak yang mampu menjadi pelopor sekaligus penggerak di tengah masyarakat,” ujar Adi Prayitno.

Berdasarkan susunan acara, apel akbar akan dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kediri Edi Herwiyanto.

Lebih dari sekadar mengampanyekan ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk membangun kemandirian, memperkuat karakter, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mengasah keterampilan hidup. Dinas Pendidikan juga mendorong seluruh kepala sekolah terus menghadirkan inovasi dalam mendukung program tersebut.

Menurut Adi Prayitno, gerakan Pramuka menjadi sarana efektif untuk mengajak siswa memanfaatkan lahan sekolah menjadi kawasan produktif. Beragam tanaman seperti sayuran, tanaman obat keluarga, hingga buah-buahan diharapkan dapat dibudidayakan sebagai media pembelajaran sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, langkah yang dimulai dari halaman sekolah menjadi pesan sederhana namun bermakna: masa depan bangsa tidak hanya dibangun melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui tangan-tangan muda yang mau menanam, merawat, dan menjaga kehidupan. Dari Kediri, semangat itu kembali disemai untuk Indonesia.

Demi kelancaran pelaksanaan kegiatan, pihak panitia mengimbau para anggota Pramuka diantar oleh orang tua atau wali murid. Pihak panitia juga telah menyediakan tribun khusus bagi para pengantar agar dapat menyaksikan seluruh rangkaian acara dengan nyaman.

Adi Prayitno berpesan, agar semua yang hadir dalam rangkaian acara ini, bersama-sama menjaga kebersihan Stadion Brawijaya sebagai bentuk tanggung jawab bersama terhadap fasilitas publik.

Di tengah derasnya arus modernisasi, gerakan yang dimulai dari halaman sekolah ini menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa tidak hanya dibangun melalui kecanggihan teknologi, tetapi juga melalui tangan-tangan muda yang mau menanam, merawat, dan menjaga kehidupan. Dari Kota Kediri, semangat itu ditanam hari ini, untuk dipanen oleh Indonesia pada masa yang akan datang.

 

jurnalis : Nanang Priyo Basuki