Hari Pertama Sekolah di TK Kemala Bhayangkari Kota Kediri Penuh Haru, Perjuangan Orang Tua Antar Anak Jadi Kisah Mengharukan

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Senyum kecil para siswa baru menghiasi halaman sekolah di Kota Kediri pada hari pertama tahun ajaran baru. Di balik langkah mungil anak-anak yang mengenakan seragam rapi, tersimpan cerita perjuangan orang tua yang rela meluangkan waktu demi memberikan rasa aman dan semangat di awal perjalanan pendidikan mereka.

Suasana penuh kehangatan itu terlihat di TK Kemala Bhayangkari Kota Kediri, Senin (13/7). Sejumlah ayah tampak menggenggam tangan anak mereka, mengantar hingga gerbang sekolah sebagai bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah.

Namun, tidak semua ayah bisa hadir di momen istimewa tersebut. Sebagian harus menjalankan tanggung jawab pekerjaan di luar daerah sehingga peran mengantar anak sementara dilanjutkan oleh para ibu.

Salah satu kisah datang dari Rizky Dwi Prasetyo, warga Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Di tengah keterbatasan, ia tetap berusaha hadir untuk sang buah hati pada hari pertama sekolah.

Dengan satu sepeda motor yang digunakan bersama keluarga, Rizky memilih memastikan anaknya memulai masa sekolah dengan penuh kebahagiaan.

“Karena masih masa MPLS, saya antar anak ke sekolah. Nanti ibunya yang menunggu sampai selesai, kemudian saya yang menjemput,” ujar Rizky.

Ia mengatakan, setelah masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) berakhir, ia dan istrinya tetap akan mendampingi sang anak, meski hanya mengantar hingga depan sekolah.

Bagi Rizky, mengantar anak bukan sekadar perjalanan dari rumah menuju sekolah. Ada pesan kasih sayang yang ingin ia tanamkan, bahwa sang anak tidak pernah berjalan sendiri dalam mengejar cita-citanya.

“Kalau diantar orang tua, anak biasanya lebih semangat bersekolah,” katanya.

Memilih Sekolah Karena Keamanan dan Cita-Cita Anak

Rizky mengungkapkan alasan memilih TK Kemala Bhayangkari sebagai tempat pendidikan anaknya. Selain percaya dengan kualitas pembelajaran, ia juga merasa sistem keamanan sekolah memberikan rasa nyaman bagi orang tua.

Ketertarikan sang anak terhadap dunia kepolisian juga menjadi salah satu alasan. Lingkungan sekolah yang berada di bawah naungan Bhayangkari membuat anaknya semakin antusias menjalani hari-hari pertama pendidikan.

Sementara itu, cerita berbeda datang dari Kiki, warga Tinalan, Kota Kediri. Ia harus menjadi sosok yang mengantar putranya pada hari pertama sekolah karena sang suami sedang bekerja jauh dari keluarga.

Suaminya kini bekerja di Jakarta sebagai pegawai Perpustakaan Nasional.

“Kalau ayahnya di rumah pasti yang mengantar. Tapi sekarang sedang bekerja di Jakarta,” ungkap Kiki.

Meski sang ayah belum bisa hadir secara langsung, Kiki tetap berusaha memberikan dukungan penuh agar anaknya merasa nyaman menjalani pengalaman baru.

Dua Anak, Dua Sekolah, Satu Perjuangan Ibu

Hari pertama sekolah menjadi momen yang cukup sibuk bagi Kiki. Ia harus mengantar dua anak laki-lakinya ke sekolah masing-masing.

Anak pertamanya kini duduk di kelas IV SD Al Falah, sementara anak keduanya baru memulai langkah pertama di TK Kemala Bhayangkari.

Bagi keluarga ini, pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas dan buku pelajaran. Ada perjuangan panjang orang tua yang terkadang harus membagi waktu, tenaga, bahkan menahan rindu demi masa depan anak.

Ketertarikan putranya terhadap sekolah juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi Kiki. Sang anak diketahui sangat menyukai hal-hal yang berkaitan dengan polisi, termasuk koleksi mobil-mobilan yang hampir setiap malam dimainkan.

Kasih Sayang Orang Tua Jadi Bekal Pertama Anak Melangkah

Hari pertama masuk sekolah memang menjadi momen sederhana, tetapi memiliki arti besar bagi anak-anak. Sebuah genggaman tangan, pelukan kecil, atau sekadar menemani sampai gerbang sekolah mampu memberikan rasa percaya diri bagi mereka.

Meski tidak semua ayah dapat hadir secara langsung, semangat orang tua untuk mendukung pendidikan anak tetap terasa kuat.

Di balik seragam baru, tas kecil, dan wajah penuh rasa ingin tahu para siswa baru, ada cinta ayah dan ibu yang menjadi bekal pertama mereka menghadapi dunia pendidikan.

Sebab bagi seorang anak, kehadiran orang tua bukan hanya tentang siapa yang mengantar sampai sekolah. Lebih dari itu, kehadiran tersebut adalah pesan sederhana: “Kami selalu ada untuk menemani langkahmu menuju masa depan.”

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan