KEDIRI – Komandan Kodim 0809 Kediri, Letkol Infanteri Dhavid Nur Hadiansyah, turun langsung meninjau perkembangan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 di Desa Gadungan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Jumat (20/2/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Dandim memeriksa sejumlah sasaran fisik, mulai dari rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan jaringan irigasi pertanian, hingga pengecekan sumur bor yang menjadi program unggulan TMMD tahun ini.
Dhavid menjelaskan, memasuki hari kedelapan pelaksanaan TMMD, progres pembangunan fisik rata-rata telah mencapai sekitar 60 persen. Khusus pengerjaan sumur bor, capaian sudah mendekati 65 persen.
“Lima titik sumur bor telah dilakukan pengeboran dengan kedalaman sekitar 40 meter menggunakan mesin sampler sibel. Salah satu titik di belakang lokasi ini nantinya juga dilengkapi bak penampungan air,” ujarnya.
Sumur bor tersebut diproyeksikan mampu mengairi sekitar lima hektare lahan pertanian di Dusun Gadungan Barat. Selama ini, petani setempat masih mengandalkan sistem tadah hujan, sehingga saat musim kemarau banyak lahan terpaksa dibiarkan kosong.
Debit air dari tiap sumur akan dihitung setelah pemasangan pompa submersible selesai. Program ini merupakan wujud sinergi TNI dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kediri.
Selain sumur bor, TMMD juga mengerjakan rehabilitasi sekitar 20 unit RTLH di wilayah Jatirejo. Meski menghadapi kendala cuaca dan waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan bulan Ramadan—di mana hujan kerap turun selepas pukul 15.00 WIB—Dhavid memastikan pekerjaan tetap berjalan sesuai target.
Ia menilai kolaborasi antara TNI, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci kelancaran program.
Sementara itu, Doni Rahman dari Kelompok Tani Subur Makmur Desa Gadungan mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan sumur bor tersebut. Menurutnya, fasilitas air ini menjadi harapan baru bagi petani yang selama ini kesulitan menanam saat kemarau.
“Biasanya hanya petani yang punya pompa diesel yang bisa tetap menanam. Dengan sumur bor ini, kami semua punya peluang untuk tetap bercocok tanam,” katanya.
Komoditas yang ditanam warga antara lain jagung, sayuran, hingga tebu. Doni berharap program TMMD tidak hanya membantu pengairan lahan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan daerah.









