KEDIRI – Di balik setiap tetes keringat yang jatuh di arena latihan, tersimpan harapan untuk mengharumkan nama daerah. Harapan itu kini menjelma menjadi prestasi ketika dua atlet muda Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Kota Kediri sukses membawa pulang medali dari Malang Championship 6, Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional yang digelar di GOR Ken Arok, Kota Malang.
Kejuaraan yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 tersebut memperebutkan Piala Wali Kota Malang dan Piala Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Ajang tahunan ini menjadi wadah pembinaan sekaligus panggung kompetisi bagi ribuan pesilat dari berbagai daerah di Tanah Air.
Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Sudjoko Adi Poerwanto, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang mampu menunjukkan kualitas terbaiknya di tingkat nasional.
“Malang Championship menjadi salah satu agenda tahunan pencak silat yang bertujuan membina atlet muda sekaligus melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa,” ujar Sudjoko Adi Poerwanto yang akrab disapa Kangmas Joko Koreng, Jumat (31/7).
Tahun ini, kejuaraan diikuti sekitar 2.000–2.500 atlet dari berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Para peserta berasal dari berbagai perguruan pencak silat dengan kategori usia yang beragam.
Di tengah persaingan yang ketat, Kontingen Kota Kediri hanya mengirimkan dua atlet. Namun, keduanya mampu menorehkan hasil membanggakan.
Muhamad Putra Adiyaksa, siswa SMAN 7 Kediri, berhasil meraih Juara I Kelas Tanding Pra Remaja. Sementara Marwah Zahiyyah, siswi SMPN 8 Kediri, menyabet Juara III Kelas Seni Tunggal Senjata.
“Alhamdulillah, kami hanya mengirimkan dua wakil dan keduanya berhasil membawa pulang medali. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang kami lakukan berjalan dengan baik meskipun seluruh kegiatan dilakukan secara mandiri,” kata Kangmas Joko Koreng.
Ia menjelaskan, PSHT Cabang Kota Kediri secara konsisten menggelar pembinaan bagi atlet usia dini dan remaja. Latihan rutin dilaksanakan setiap Kamis sore di Lapangan Banteng, Kota Kediri, sebagai upaya mencetak atlet-atlet berprestasi.
Menurutnya, kejuaraan seperti Malang Championship menjadi momentum penting untuk membuka jalan bagi para pesilat muda agar mampu bersaing di level nasional hingga internasional.
“Kami selalu menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan semangat persaudaraan kepada para atlet. Di sisi lain, kami juga terus berkomitmen mendukung pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya Indonesia,” tuturnya.
Prestasi yang diraih dua pesilat muda tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras, disiplin, dan pembinaan yang berkelanjutan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi. Dari Kota Kediri, semangat itu terus tumbuh, mengayunkan langkah menuju panggung yang lebih tinggi, sekaligus membawa harum nama daerah di kancah nasional.



