UMKM Milenial Fest Kediri Jadi Panggung 140 Anak Muda, Produk Lokal Dibidik Tembus Pasar Lebih Luas

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Kreativitas generasi muda Kabupaten Kediri kembali mendapat ruang untuk unjuk gigi. Sebanyak 140 peserta ambil bagian dalam UMKM Milenial Fest 2026 yang berlangsung di Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG) pada 27–30 Agustus 2026.

Mengusung tema “Grow and Glow”, festival ini tidak hanya menjadi tempat bagi pelaku usaha memajang dan memasarkan produk. Pemerintah Kabupaten Kediri juga menjadikannya sebagai sarana memperluas akses pasar, membangun jejaring usaha, serta mendorong UMKM milik generasi muda meningkatkan kualitas dan daya saing.

Dalam sambutan Bupati Kediri yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, pemerintah daerah memberikan apresiasi terhadap para pelaku usaha yang turut berpartisipasi.

Menurut Solikin, generasi muda memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi kreatif. Karakter mereka yang adaptif dinilai menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan, termasuk perkembangan teknologi digital.

“Generasi muda memiliki karakter yang adaptif dan responsif terhadap perubahan. Mereka juga mampu memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas akses pasar,” ujar Solikin.

Ia mengatakan persaingan usaha yang semakin ketat menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi pelaku UMKM. Karena itu, peningkatan kualitas produk dan daya saing menjadi kebutuhan agar produk lokal Kabupaten Kediri tidak hanya bertahan di pasar daerah, tetapi juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kita berharap kegiatan ini bisa mendorong dan sekaligus mewadahi milenial berkarya atas kreativitas mereka, inovasi mereka, termasuk untuk mengembangkan bisnis mereka, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar,” kata Solikin.

110 Stan Ramaikan Festival

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Santoso, mengatakan UMKM Milenial Fest 2026 menjadi salah satu langkah pemerintah daerah untuk memperkenalkan sekaligus mendorong pertumbuhan usaha milik generasi muda.

Tahun ini, festival tersebut menghadirkan 110 stan dengan beragam kategori. Rinciannya terdiri atas 20 stan kreatif organisasi perangkat daerah (OPD), 40 stan milenial, Gen Z dan unggulan, 20 stan UMKM binaan, serta 30 stan UMKM kuliner.

“Tujuannya yang pertama untuk promosi produk UMKM, yang kedua untuk mengenalkan produk milenial. Teman-teman UMKM yang milenial harus kita dorong untuk berkembang terus,” terang Santoso.

Lebih dari sekadar ajang promosi, festival tersebut juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperoleh fasilitasi dan pendampingan. Langkah itu diarahkan agar UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya hingga memiliki peluang menembus pasar ekspor.

Kemeriahan festival berlangsung selama empat hari. Selain aktivitas para pelaku UMKM, berbagai hiburan turut digelar setiap hari untuk menarik masyarakat datang ke kawasan Taman Hijau SLG.

Pecel Punten Gewol, Inovasi dari Kuliner Tradisional

Salah satu pelaku UMKM yang ikut memanfaatkan momentum tersebut adalah Punten Pecel Gewol, usaha yang telah berjalan sejak 2021.

Nama Punten Gewol merupakan singkatan dari “Gawe Wong Luwe”. Pemilik usaha, Weny, mengatakan ide mengembangkan pecel punten berangkat dari masih terbatasnya sajian tersebut dibandingkan varian pecel yang lebih umum dikenal masyarakat.

“Biasanya pecel itu sudah biasa, seperti pecel tumpeng. Namun, pecel dengan menggunakan punten masih jarang. Karena itu, kami mencoba mengembangkan punten menjadi produk usaha,” ungkap Weny.

Inovasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat, terutama konsumen yang telah mengenal makanan tradisional tersebut.

Weny berharap keikutsertaannya dalam UMKM Milenial Fest 2026 dapat membantu memperluas pengenalan terhadap produknya sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.

Bagi Pemerintah Kabupaten Kediri, penguatan UMKM generasi muda tidak berhenti setelah festival selesai. Pemerintah daerah berkomitmen menjaga ekosistem usaha melalui ruang kolaborasi serta fasilitasi dan pendampingan secara berkelanjutan.

UMKM Milenial Fest 2026 pun menjadi lebih dari sekadar etalase produk lokal. Di balik setiap stan, terdapat upaya pelaku usaha muda untuk mengembangkan kreativitas, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan membawa produk Kabupaten Kediri menuju persaingan yang lebih luas.

Jurnalis: Navima Aulya Sava