KEDIRI – Siang yang semestinya menjadi awal perjalanan berubah menjadi penantian panjang bagi sejumlah penumpang di Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur.
Penerbangan yang dijadwalkan berangkat pada Minggu, 16 Agustus 2026, pukul 12.00 WIB itu tak kunjung mengudara. Waktu keberangkatan berkali-kali bergeser, hingga penumpang harus menunggu sekitar delapan jam.
Keluhan salah seorang penumpang bernama Sanjaya kemudian terekam dalam siaran langsung di akun TikTok @Sanjaya444. Video tersebut selanjutnya direpost oleh akun @detikzoneofficial hingga menarik perhatian pengguna media sosial.
Sanjaya mengaku telah tiba di Bandara Dhoho sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu, ia bersiap mengikuti perjalanan setelah mendapatkan undangan menghadiri rangkaian Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Namun, perjalanan yang semula diperkirakan berlangsung sesuai jadwal justru berubah menjadi rangkaian penundaan.
Jadwal Terus Bergeser, Penumpang Bertahan Menunggu
Menurut Sanjaya, pada awalnya penumpang mendapat informasi bahwa penerbangan hanya akan mengalami keterlambatan sekitar dua jam.
Informasi tersebut masih diterima dengan sabar oleh penumpang. Delay dianggap sebagai bagian dari risiko perjalanan udara selama masih dalam batas yang dapat ditoleransi.
Namun, jarum jam terus bergerak, sementara pesawat belum juga berangkat.
“Dari bandara bilang ditunda dua jam. Ya sudah ditunggu, namanya delay ya wajar. Setelah itu mundur jam 4, mundur lagi jam 6, A1, tapi delay lagi jam 8,” ujar Sanjaya saat dikonfirmasi pada Selasa (18/8/2026).
Harapan untuk segera meninggalkan bandara pun kembali pupus. Waktu keberangkatan yang terus berubah membuat kesabaran sejumlah penumpang mulai terkikis.
Penantian yang awalnya berjalan tenang akhirnya berubah menjadi protes.
Penumpang Protes, Kompensasi Rp300 Ribu Diberikan

Sejumlah penumpang kemudian menyampaikan keberatan kepada pihak terkait atas keterlambatan penerbangan tersebut.
Dari protes itu, penumpang mendapatkan kompensasi sebesar Rp300 ribu.
Bagi Sanjaya, persoalan utama bukan semata-mata tentang keterlambatan pesawat. Ia menyoroti bagaimana penanganan terhadap penumpang selama terjadi delay panjang.
Sanjaya bahkan menilai Bandara Internasional Dhoho Kediri tidak tepat jika menjadi pihak yang sepenuhnya disalahkan.
“Kalau sama bandara tidak bisa disalahkan. Ibaratnya itu terminal, yang salah harusnya busnya. Kalau ini salahnya pesawat, penanganannya kurang cepat,” katanya.
Menurut dia, pengelola bandara lebih berperan sebagai tempat berlangsungnya aktivitas keberangkatan dan kedatangan pesawat, sedangkan persoalan keterlambatan penerbangan berkaitan dengan maskapai dan penanganannya.
“Delay Delapan Jam Sudah Tidak Wajar”
Bagi penumpang, waktu tunggu sekitar delapan jam bukan lagi sekadar keterlambatan biasa.
Sanjaya menilai durasi tersebut sudah berada di luar batas kewajaran bagi penumpang yang telah datang ke bandara sesuai jadwal.
“Delay delapan jam itu sudah tidak wajar,” tegasnya.
Ia memperkirakan terdapat sekitar 160 hingga 180 penumpang yang terdampak oleh keterlambatan tersebut.
Panjang waktu menunggu juga membuat suasana di antara penumpang semakin tidak nyaman. Mereka harus bertahan di bandara sembari menunggu kepastian mengenai kapan pesawat benar-benar dapat diberangkatkan.
Bagi mereka, kepastian menjadi hal yang paling dinanti ketika jadwal keberangkatan terus berubah.
Berharap Kejadian Serupa Tak Terulang
Sanjaya berharap kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar keterlambatan panjang dengan penanganan yang dinilai lamban tidak kembali terjadi di Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Ia bahkan berharap pengelola bandara mempertimbangkan kembali penerimaan penerbangan dari Super Air Jet apabila persoalan pelayanan dan ketepatan waktu tidak segera dibenahi.
“Kami harapkan bandara tidak lagi menerima Super Air Jet. Lebih baik Lion atau Citilink, itu bagus,” pungkasnya.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum terdapat keterangan resmi dari pihak Bandara Internasional Dhoho Kediri maupun pihak maskapai terkait penyebab keterlambatan penerbangan tersebut.
Saat dikonfirmasi ke pihak bandara, salah seorang petugas keamanan menyampaikan bahwa tidak terdapat petinggi atau pihak yang berwenang memberikan klarifikasi di kantor bandara pada saat itu.
Dengan demikian, penyebab pasti keterlambatan serta penjelasan mengenai penanganan penerbangan tersebut masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.
Jurnalis: Sigit Cahya Setyawan



