50 Tahun Berpisah, Alumni SMPN 1 Kediri Kembali dengan Pasar Murah, Bansos, dan Inspirasi untuk Generasi Muda

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Lima dekade telah berlalu sejak mereka meninggalkan bangku sekolah. Namun waktu tak mampu mengikis ikatan yang terjalin di antara para alumni SMP Negeri 1 Kediri Angkatan 1976 (PALASARI-76). Reuni emas yang digelar pada Jumat (24/7) itu bukan sekadar pertemuan untuk mengenang masa lalu, melainkan menjadi panggung pengabdian yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, almamater, dan generasi penerus.

Rangkaian kegiatan dikemas melalui pasar murah, bakti sosial, bantuan bagi sekolah, hingga Inspiration Talk untuk siswa kelas IX. Seluruh agenda tersebut dipusatkan di lingkungan SMP Negeri 1 Kediri dengan melibatkan berbagai pihak.

Pasar murah menjadi salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian masyarakat. Program ini terlaksana berkat kolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, serta sejumlah mitra penyedia bahan pangan.

Beragam kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, bawang merah, dan bawang putih dijual dengan harga di bawah pasaran sehingga meringankan beban masyarakat.

Kepala SMP Negeri 1 Kediri, Satriani Widyawati Rahayu, S.Pd., M.Pd., mengaku terharu melihat kesungguhan para alumni yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut selama sekitar enam bulan.

“Alumni 1976 tidak hanya datang untuk reuni, tetapi menghadirkan bakti sosial, pasar murah, Inspiration Talk, hingga bantuan untuk sekolah. Ini menjadi penyemangat bagi siswa-siswi kami,” ujarnya.

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menilai Reuni Emas PALASARI-76 memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar perayaan bertemunya kembali para alumni.

“Yang membuat istimewa bukan sekadar reuni emasnya, tetapi bagaimana para alumni memaknainya melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Vinanda.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap almamater, para alumni juga menyerahkan bantuan berupa perangkat running text untuk mendukung fasilitas sekolah.

Satriani menyebut kegiatan tersebut menjadi reuni alumni terbesar yang pernah diselenggarakan di SMP Negeri 1 Kediri selama dirinya memimpin sekolah tersebut.

“Selama saya di SMP Negeri 1 Kediri, reuni emas Angkatan 1976 menjadi kegiatan alumni terbesar yang pernah dilaksanakan di sekolah ini,” ungkapnya.

Ketua Umum PALASARI, Kurnia Padmodimulyo, menegaskan bahwa alumni memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan kontribusi kepada sekolah yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup mereka.

“Prinsip kami, alumni harus bisa memberikan kontribusi nyata kepada sekolah. Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi angkatan-angkatan berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Bakti Sosial PALASARI-76, Titik Suhariati, menjelaskan kegiatan sosial tahun ini diwujudkan melalui pasar murah dan pembagian 200 voucher belanja senilai Rp25 ribu kepada warga di sekitar sekolah.

Voucher tersebut dapat digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan pokok yang disediakan dalam pasar murah.

“Target kami membantu masyarakat sekitar melalui voucher belanja dan menyediakan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau,” jelas Titik.

Kegiatan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah satu warga, Siska Puspitasari, mengaku terbantu karena harga bahan pokok yang dijual jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.

“Harganya lebih murah dari pasaran, jadi sangat membantu. Harapan saya kegiatan seperti ini lebih sering diadakan karena juga mendukung usaha kecil seperti saya,” tuturnya.

Tak hanya menghadirkan aksi sosial, Reuni Emas PALASARI-76 juga menjadi ruang berbagi inspirasi bagi generasi muda. Mantan Menteri Sosial Republik Indonesia yang juga alumni SMP Negeri 1 Kediri, Tri Rismaharini, hadir memberikan motivasi kepada siswa kelas IX.

Di hadapan para pelajar, Risma mengingatkan bahwa keberhasilan tidak semata diukur dari materi, melainkan juga ditentukan oleh semangat belajar, keberanian berkomunikasi, serta restu orang tua.

“Kalian berhak berhasil dan sukses. Jangan malu untuk bertanya, karena bertanya bukan berarti bodoh, tetapi belum tahu,” pesan Risma.

Menutup rangkaian kegiatan, Risma berharap SMP Negeri 1 Kediri terus melahirkan generasi unggul dengan memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Saya berharap banyak talenta-talenta anak yang terus tereksplor. Saya percaya bangsa yang besar dan sukses adalah bangsa yang memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik,” ujarnya.

Reuni emas PALASARI-76 membuktikan bahwa hubungan seorang alumni dengan almamater tidak berakhir saat kelulusan. Di tengah perjalanan waktu yang mencapai setengah abad, kenangan menjelma menjadi kepedulian, dan nostalgia berubah menjadi pengabdian yang memberi manfaat bagi masyarakat serta menginspirasi generasi penerus.

 

jurnalis : Navima Aulya Sava

✓ Link berhasil disalin