Baca Buku Sambil Keliling Kota, TransLiteria Kediri Ubah Cara Baru Menikmati Literasi

KEDIRI – Membaca buku tak lagi harus dilakukan dalam suasana perpustakaan yang tenang. Di Kota Kediri, kegiatan literasi kini dikemas lebih menarik melalui program TransLiteria, yang mengajak masyarakat membaca buku sambil berkeliling kota menggunakan Bus Satria.

Program tersebut menjadi salah satu rangkaian Festival Literasi Kota Kediri yang digelar di GOR Jayabaya, Sabtu (27/6). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Perpustakaan Daerah Kota Kediri dan Dinas Perhubungan, serta melibatkan komunitas Kediri Book Party.

Relawan Literasi Masyarakat Kota Kediri, Esti Nur, mengatakan TransLiteria dirancang untuk menghadirkan pengalaman membaca yang berbeda. Melalui konsep city tour di transportasi umum, masyarakat diajak menikmati buku dalam suasana yang lebih santai sekaligus mengenal sudut-sudut Kota Kediri.

Menurut Esti, pola masyarakat dalam menikmati bacaan kini mulai berubah sehingga kegiatan literasi juga perlu mengikuti perkembangan zaman.

“Di Kota Kediri sekarang cara baca mengalami pergeseran. Dulu baca buku dengan membuka buku, sekarang mereka lebih suka mendengarkan orang membacakan buku,” ujarnya.

Ia menjelaskan, seluruh kegiatan TransLiteria dapat diikuti secara gratis. Peserta hanya diminta membawa buku bacaan masing-masing dan air minum selama perjalanan berlangsung.

Ketua Kediri Book Party, Muhammad Dzakwan Zaky, mengatakan komunitas yang berdiri sejak 2024 sebagai bagian dari jaringan Indonesia Book Party itu rutin menggelar kegiatan membaca bersama dua kali dalam sebulan di berbagai ruang publik, seperti Taman Sekartaji dan sejumlah lokasi lain di Kota Kediri.

Namun, menurutnya, konsep TransLiteria memberikan pengalaman baru bagi para anggota komunitas.

“Kalau bersama TransLiteria ini diharapkan mampu menjadi hal yang baru,” katanya.

Zaky menilai kegiatan membaca sambil berkeliling kota mampu menghadirkan suasana yang lebih segar sekaligus mengurangi kejenuhan peserta dalam menjalankan aktivitas literasi.

Salah satu peserta TransLiteria, Nurma Hilmi Widayanti, mengaku menikmati pengalaman membaca bersama anggota komunitas di dalam bus.

“Kalau baca bukunya bareng-bareng jadi lebih menyenangkan,” ujarnya.

Nurma berharap keberadaan komunitas membaca, bazar buku, hingga program seperti TransLiteria dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan budaya literasi. Menurutnya, membaca tidak hanya menjadi kegiatan menambah wawasan, tetapi juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan dan dinikmati bersama.

Jurnalis: Yulita Dyah Kusumasari