KEDIRI – Wali Kota Kediri sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Vinanda Prameswati, secara resmi membuka Training Camp Pemantapan Peserta Jambore Nasional XII Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Kediri di kawasan Wisata Air Terjun Irenggolo, Jumat (26/6/2026).
Dalam arahannya, Vinanda menegaskan bahwa Jambore Nasional bukan sekadar kegiatan berkemah atau mendirikan tenda. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk membentuk karakter, kepemimpinan, dan kemandirian generasi muda.
“Saya ucapkan selamat kepada adik-adik yang telah terpilih menjadi Kontingen Jambore Nasional. Ingat, Jambore bukan hanya tentang membangun tenda, tetapi bagaimana membangun karakter yang baik,” ujar Vinanda.
Wali kota termuda di Jawa Timur itu menjelaskan, selama mengikuti Jambore para peserta akan belajar hidup bersama, membangun kekompakan, melatih disiplin, kepedulian, tanggung jawab, hingga keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan.
Menurutnya, training camp yang digelar di Kota Kediri menjadi tahap pemanasan sebelum para peserta bertemu ribuan Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia dalam Jambore Nasional XII.
“Di sini kalian belajar membangun kelompok yang solid. Harapannya, setelah mengikuti seluruh proses ini kalian dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan di tingkat nasional,” katanya.
Vinanda juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik Kota Kediri selama mengikuti Jambore Nasional. Ia berharap setiap anggota kontingen mampu menunjukkan sikap sebagai generasi Pramuka yang tangguh, beretika, cerdas, serta mampu menjadi teladan.
“Nikmati seluruh rangkaian kegiatan. Jadikan pengalaman ini sebagai sarana membangun karakter, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri, Edy Herwiyanto, mengatakan seluruh peserta yang tergabung dalam kontingen telah melalui proses seleksi sehingga memiliki kompetensi untuk mewakili Kota Kediri di ajang nasional.
Ia menegaskan, Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal memiliki tanggung jawab membentuk karakter generasi muda melalui berbagai kegiatan yang menanamkan nilai kepemimpinan, gotong royong, dan kemandirian.
Edy juga mengungkapkan keinginannya menghadirkan satu pleton Pramuka disabilitas dalam kegiatan tingkat nasional sebagai bentuk komitmen terhadap kesetaraan kesempatan.
“Saya sudah meminta Ketua Harian untuk berkomunikasi dengan Kwartir Daerah. Saya ingin ada satu pleton disabilitas karena mereka memiliki mimpi dan kesempatan yang sama,” ungkapnya.
Menurut Edy, pembekalan ini tidak hanya mempersiapkan peserta secara fisik, tetapi juga memperkuat mental dan menyamakan persepsi seluruh anggota kontingen sebelum bertolak ke Jambore Nasional XII.
Ia berharap Kontingen Kwarcab Kota Kediri mampu menampilkan performa terbaik sehingga dapat mengharumkan nama daerah sekaligus menjadikan Gerakan Pramuka Kota Kediri sebagai percontohan, tidak hanya di tingkat Provinsi Jawa Timur, tetapi juga di tingkat nasional.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bibit tanaman dari Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Kediri kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakamabicab Qowimuddin, Penjabat Sekretaris Daerah Endang Kartika, para asisten daerah, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah, Ketua Harian Kwarcab Adi Sutrisno, jajaran Gerakan Pramuka Kota Kediri, serta sejumlah tamu undangan.



