Dari Bela Diri ke Pengabdian Sosial, Ini Pesan Ketua PSHT Saat Sahkan 672 Warga Baru

KEDIRI – Sebanyak 672 calon warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) resmi mengikuti prosesi pengesahan warga baru yang digelar di Padepokan Lapangan Banteng, Kelurahan Sukorame, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Sabtu (20/6) malam.

Pengesahan yang berlangsung pada bulan Suro tersebut menjadi momentum sakral bagi para peserta yang telah menjalani proses latihan dan pembinaan sebelum resmi menjadi bagian dari organisasi pencak silat yang diakui negara itu.

Ketua PSHT Cabang Kota Kediri, Sudjoko Adi Poerwanto atau yang akrab disapa Kangmas Joko Koreng, mengatakan bulan Suro memiliki makna istimewa dalam tradisi PSHT karena telah diwariskan secara turun-temurun oleh para pendahulu.

“Ini adalah malam yang sangat membahagiakan bagi saudara-saudara kami. Bulan Suro selalu menjadi momen yang dinanti karena memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat dalam tradisi PSHT,” ujarnya.

Menurutnya, pengesahan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan bagian dari upaya melestarikan ajaran PSHT yang menekankan pembentukan karakter berbudi luhur serta kemampuan membedakan antara yang benar dan salah.

“Kebahagiaan kami bukan hanya karena berhasil mengesahkan 672 warga baru, tetapi juga karena dapat menanamkan nilai-nilai moral dan budi pekerti kepada generasi muda,” katanya.

Dari total peserta yang disahkan, sekitar 400 orang berasal dari Kota Kediri. Sementara sisanya merupakan peserta dari wilayah sekitar, termasuk Kabupaten Kediri dan Kabupaten Nganjuk.

Kangmas Joko Koreng menegaskan bahwa PSHT yang dipimpinnya berkomitmen mengembalikan esensi ajaran organisasi sebagaimana diwariskan para pendiri, yakni menjunjung tinggi persaudaraan, etika, serta pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga berharap para warga baru mampu menjadi pribadi yang bermanfaat di tengah masyarakat dan menjauhi tindakan yang dapat merugikan lingkungan sekitar.

“Kami ingin setelah menjadi warga PSHT, yang muncul adalah perilaku baik, sikap santun, dan kontribusi positif bagi masyarakat. Bukan sebaliknya,” tegasnya.

Menurutnya, perubahan positif telah terlihat dari para peserta yang sebelumnya menjalani berbagai tahapan pembinaan dan pendidikan karakter selama proses latihan.

Selain fokus pada pengembangan kemampuan bela diri, PSHT Kota Kediri juga aktif melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan, mulai dari santunan anak yatim, bantuan kepada janda, hingga dukungan bagi warga kurang mampu.

Kangmas Joko Koreng menegaskan bahwa pada momentum pengesahan warga baru tahun ini, pihaknya secara khusus mengingatkan seluruh anggota agar menjaga ketertiban umum dan tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu masyarakat.

“Kami arahkan adik-adik untuk lebih banyak terlibat dalam kegiatan sosial. PSHT harus hadir memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Sebagai organisasi yang diakui secara hukum, lanjutnya, PSHT memiliki kewajiban untuk taat terhadap seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, pihaknya terus menanamkan budaya disiplin dan kepatuhan hukum kepada seluruh anggota.

“PSHT harus menjadi organisasi yang humanis, dekat dengan masyarakat, serta mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan ketertiban,” pungkasnya.

jurnalis : Anisa Fadila