Selama 86 tahun Berdiri, Jembatan Kaliombo Akhirnya Diperbaiki

KEDIRI — Setelah menjadi jalur penting mobilitas warga selama lebih dari delapan dekade, Jembatan Kaliombo 1 di Kota Kediri akhirnya resmi ditutup mulai Jumat (29/5). Jembatan yang menghubungkan kawasan Alun-Alun dengan Lingkungan Jetis itu akan dibongkar total dan dibangun ulang karena kondisi strukturnya dinilai sudah mendekati rusak berat.

Jembatan yang dibangun sejak 1940 tersebut selama ini menjadi salah satu akses vital masyarakat. Namun, hasil evaluasi terbaru menunjukkan bahwa kondisi jembatan sudah tidak lagi ideal untuk dipertahankan dalam bentuk konstruksi lama.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Provinsi Jawa Timur Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Mahatma Manurung, mengatakan kondisi Jembatan Kaliombo 1 saat ini berada pada nilai kondisi atau NK 3.

“Saat ini kondisi nilai kondisinya sudah berada di angka 3,” ujar Mahatma.

Menurut Mahatma, penilaian kondisi jembatan dilakukan menggunakan skala 1 hingga 5. Pada skala tersebut, nilai 3 hingga 4 menunjukkan kondisi jembatan yang sudah mengarah pada kerusakan berat. Sementara nilai 5 berarti jembatan telah roboh.

Penilaian itu diperoleh dari hasil inventarisasi dan survei rutin tahunan yang dilakukan terhadap seluruh jembatan di wilayah Jawa Timur dan Bali. Pemeriksaan tersebut menjadi dasar untuk memastikan kelayakan serta keamanan infrastruktur bagi masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan, bagian yang paling membutuhkan penanganan serius berada pada konstruksi pelengkung di bawah lantai jembatan. Karena itu, pemerintah memutuskan tidak sekadar melakukan perbaikan ringan, melainkan mengganti struktur lama dengan konstruksi baru.

“Nantinya akan diganti menggunakan box culvert berbahan beton sehingga konstruksinya lebih kuat dan umur rencananya bisa lebih panjang,” kata Mahatma.

Dengan konstruksi baru tersebut, Jembatan Kaliombo 1 diproyeksikan memiliki umur layanan hingga sekitar 50 tahun. Proyek pembangunan ulang ini ditargetkan selesai pada 11 Desember 2026.

Meski begitu, sejumlah tahapan pekerjaan akan diupayakan berjalan lebih cepat. Namun, Mahatma menjelaskan proses konstruksi tetap membutuhkan waktu karena pekerjaan tidak hanya mencakup pembongkaran badan jembatan, tetapi juga pembangunan pondasi baru.

“Yang membuat pekerjaan memerlukan waktu cukup lama adalah karena kami harus membangun pondasi baru di bawah jembatan,” ujarnya.

Selain pekerjaan pondasi, proses pengecoran juga tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Beton yang digunakan harus menunggu umur tertentu agar mencapai kekuatan sesuai spesifikasi teknis. Meski demikian, pekerjaan pembongkaran, pemancangan, dan pemasangan pondasi akan dioptimalkan agar proyek dapat berjalan seefisien mungkin.

Mahatma menambahkan, selama 86 tahun berdiri, Jembatan Kaliombo 1 telah beberapa kali menjalani rehabilitasi dan pemeliharaan berkala. Namun, proyek kali ini menjadi penggantian konstruksi total pertama sejak jembatan tersebut dibangun.

Sementara itu, Kepala Urusan Pembinaan Operasi (KBO) Satlantas Polres Kediri Kota, Iptu Murnianto, memastikan penutupan jembatan dilakukan secara penuh dari dua arah. Artinya, kendaraan dari kawasan Alun-Alun menuju Jetis maupun sebaliknya tidak dapat melintas selama proyek berlangsung.

Untuk mengurangi dampak kemacetan, Satlantas Polres Kediri Kota bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas dan pengamanan di sekitar lokasi proyek serta jalur pengalihan.

“Selain petugas kepolisian dan DLLAJ, nantinya juga akan ada personel pengamanan dari unsur PAM Swakarsa yang disiapkan oleh pihak pelaksana pembangunan jembatan,” ujar Murnianto.

Pada hari pertama penutupan, kendaraan roda empat sudah tidak diperbolehkan melintas. Sementara itu, kendaraan roda dua masih diberi akses terbatas hingga alat berat mulai beroperasi di lokasi.

Namun, akses untuk roda dua juga dapat ditutup sewaktu-waktu apabila aktivitas konstruksi dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Murnianto mengimbau masyarakat untuk mematuhi jalur pengalihan yang telah disiapkan. Jika terjadi kepadatan selama masa pekerjaan, petugas akan melakukan penguraian arus di sejumlah titik agar lalu lintas tetap terkendali.

jurnalis : Anisa Fadila