foto ; ilustrasi

Derbi Jatim Selalu Panas!!! Catatan Redaksi Jelang Laga Persik Kediri Jamu Arema di Pekan 31

KEDIRI – Aroma panas Derbi Jawa Timur kembali menguar. Persik Kediri dijadwalkan menjamu Arema FC dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 pekan ke-31, Minggu (3/5/2026) pukul 15.30 WIB. Namun, laga tidak digelar di Stadion Brawijaya, melainkan dipindahkan ke Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik.

Keputusan operator liga memindahkan venue didasarkan pada pertimbangan keamanan, mengingat rivalitas kedua tim yang kerap memicu tensi tinggi di lapangan maupun tribun.

Bagi Persik, ini bukan situasi baru. Sepanjang musim ini, Macan Putih sudah empat kali “terusir” dari kandang sendiri. Ironisnya, hasil yang diraih di Gresik belum menggembirakan. Dari tiga laga sebelumnya, Persik menelan satu kekalahan dan dua hasil imbang—catatan yang menjadi beban tersendiri jelang duel krusial ini.

Di sisi lain, Arema FC datang dengan motivasi berbeda. Singo Edan masih mengingat kemenangan dramatis pada pertemuan pertama musim ini. Saat itu, Persik sempat unggul hingga menit akhir sebelum Arema membalikkan keadaan lewat gol bunuh diri dan gol tambahan di masa injury time.

Prediksi skor: Persik Kediri 1-2 Arema FC.

Secara statistik, kekuatan kedua tim relatif berimbang. Dalam 11 pertemuan terakhir sejak 2013, Persik dan Arema sama-sama mengoleksi lima kemenangan, sementara satu laga berakhir imbang.

Memasuki pekan ke-31, posisi kedua tim di klasemen juga belum sepenuhnya aman. Persik mengoleksi 30 poin, hanya terpaut tipis dari zona rawan. Sementara Arema dengan 35 poin masih membutuhkan tambahan angka untuk mengunci posisi di papan tengah.

Kondisi terkini pun tidak berpihak sepenuhnya pada tuan rumah. Persik baru saja tumbang 0-1 dari Borneo FC, sedangkan Arema juga mengalami kekalahan dalam laga Derbi Jatim kontra Persebaya pada pekan sebelumnya.

Dengan situasi tersebut, laga diperkirakan berjalan terbuka. Kedua tim sama-sama memiliki urgensi tinggi untuk meraih poin penuh.

Faktor venue netral menjadi variabel penting. Persik kehilangan dukungan penuh suporter, sementara Arema relatif terbebas dari tekanan besar yang biasa mereka hadapi saat bertandang.

Meski digelar tanpa atmosfer kandang sejati, tensi pertandingan dipastikan tetap tinggi. Rivalitas panjang kedua tim menjadikan duel ini lebih dari sekadar perebutan tiga poin.

Arema dinilai memiliki keunggulan dari sisi momentum dan mental bertanding, membuka peluang mencuri kemenangan di laga yang berlangsung di “kandang netral”.

penulis : Nanang Priyo Basuki