foto : Bram Radyan

Membidik Mimpi dari Lapangan Desa Silir Wates: Atlet Muda se – Jatim Ikuti Lomba Panahan

Bagikan Berita :

KEDIRI — Pagi di Lapangan Desa Silir, Kabupaten Kediri, terasa berbeda. Deretan busur dan anak panah tersusun rapi, sementara para atlet—sebagian masih belia—bersiap dengan fokus yang tak biasa untuk usia mereka.

Di tengah semarak itu, satu per satu anak panah melesat, membelah udara. Bukan sekadar mengenai target, tetapi juga membawa harapan.

Lomba panahan tingkat Jawa Timur yang digelar sejak Senin (13/4/2026) ini menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Ia menjelma ruang pertemuan mimpi—antara tekad, latihan, dan peluang menuju panggung yang lebih besar.

Ketua pelaksana, Eka Bayu, tak menyangka antusiasme peserta begitu tinggi. Target awal ratusan atlet terlampaui jauh.

“Pesertanya membludak. Target kami 350 sampai 400, tapi sudah tembus 537 peserta,” ujarnya.

Para peserta datang dari berbagai penjuru Jawa Timur—Gresik, Surabaya, Blitar, hingga Banyuwangi—membawa semangat yang sama: membuktikan kemampuan.

Sebanyak 15 kategori dipertandingkan, mulai dari kelompok umur hingga kategori umum. Namun di balik angka-angka itu, tersimpan cerita personal dari masing-masing atlet.

Salah satunya adalah Wisdom Ardee Mulia, 14 tahun. Dengan busur di tangan dan orang tua di sampingnya, Ardee berdiri di antara ratusan peserta lain, mencoba menaklukkan target—dan juga dirinya sendiri.

Ia tak hanya turun di satu kategori, tetapi tiga sekaligus. Sebuah keputusan yang mencerminkan keberanian sekaligus ambisi.

“Saya ingin menambah prestasi dan bisa juara,” katanya singkat, namun penuh keyakinan.

Di usia yang masih muda, Ardee sudah memahami bahwa setiap tarikan busur adalah latihan kesabaran, fokus, dan konsistensi. Nilai-nilai yang kelak menentukan bukan hanya hasil pertandingan, tetapi juga perjalanan hidupnya sebagai atlet.

Bagi panitia, ajang ini bukan sekadar perlombaan rutin. Lomba ini menjadi bagian penting dalam menjaring atlet terbaik Jawa Timur yang akan disiapkan menuju level nasional.

Harapannya sederhana, tetapi besar: menemukan talenta-talenta baru yang mampu mengharumkan nama daerah.

Di Lapangan Desa Silir, selama enam hari ke depan, ratusan anak panah akan terus dilepaskan. Namun lebih dari itu, mimpi-mimpi juga sedang diarahkan—menuju sasaran yang lebih jauh dari sekadar papan target.

jurnalis : Bram Radyan
Bagikan Berita :