foto : Sigit Cahya Setyawan

Outlet 23 HWG Kota Kediri Kembali Berjualan, Warga Ngaku Terima Bantuan Dana

KEDIRI — Outlet 23 HWG di Jalan Dr. Sahardjo, Kota Kediri, yang sebelumnya ditutup Satpol PP karena belum mengantongi izin resmi, kembali buka berjualan dan diantaranya menawarkan dagangan berupa minuman keras. Informasi diterima redaksi ini, ternyata dibenarkan seorang narasumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan. Ia mengaku mewakili pihak pengelola outlet untuk memberikan klarifikasi kepada media.

Setelah dilakukan penelusuran, narasumber tersebut diketahui seorang tokoh masyarakat setempat. Kepada redaksi kediritangguh.co, ia menyatakan, bahwa pihaknya juga terus memantau proses perizinan usaha tersebut.

“Bukan berarti kami membela. Kami juga ikut memantau perkembangan izin. Dari keterangan pengelola, prosesnya sudah di Surabaya, tinggal di Pemerintah Kota Kediri,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan keterangan sebelumnya dari Irkham Surya, Kepala Toko Outlet 23 HWG Cabang Kediri, yang menyebut izin masih dalam proses.

Dia juga mengungkapkan bahwa keberadaan toko yang menjual minuman keras itu telah diketahui warga sekitar. Bahkan, menurutnya, pihak outlet memberikan bantuan dana kepada lingkungan setempat.

“Kami menyiasati dengan adanya tambahan dana dari pihak outlet. Selama ada komitmen dan tidak merugikan lingkungan, kami mendukung. Bantuan itu juga inisiatif dari mereka,” katanya.

Di sisi lain, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Kediri, yang sebelumnya mengadukan keberadaan outlet tersebut karena diduga tidak berizin, mengaku belum mengetahui jika aktivitas penjualan kembali berlangsung.

“Kami belum mendapatkan informasi terkait itu. Kami akan kirim tim untuk mengecek ke lokasi, nanti teman-teman Banser kami minta turun,” ujar Bagus Wibowo, perwakilan LBH Ansor.

Sebelumnya, outlet yang berada di kawasan pertokoan utara Simpang Tiga Terminal Baru Kota Kediri itu menjadi sorotan karena diduga beroperasi tanpa izin resmi dari pemerintah kota.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan – Nanang Priyo Basuki