Adu Mental di Stadion Brawijaya, Persik Vs PSBS, Siapa Akhiri Tren Buruk?

KEDIRI — Pertandingan sarat tekanan akan tersaji di Stadion Brawijaya, Kediri, saat Persik Kediri menjamu PSBS Biak pada lanjutan kompetisi, Kamis malam (4/3). Kedua tim datang dengan kondisi yang sama-sama kurang ideal dan bertekad menghentikan tren negatif yang sedang mereka alami.

Persik Kediri menghadapi laga ini setelah menelan dua kekalahan beruntun. Situasi tersebut membuat pelatih Persik, Marcos Reina, menuntut para pemainnya segera berbenah, terutama dalam aspek mentalitas serta kekompakan lini pertahanan.

Menurut Marcos, jadwal pertandingan yang padat membuat timnya tidak memiliki banyak waktu untuk pemulihan. Meski demikian, Persik mengaku sudah mempelajari kekuatan PSBS Biak sebagai bekal menghadapi pertandingan.

“Kita bermain dengan jarak waktu yang berdekatan sehingga tidak punya banyak waktu untuk recovery. Tapi kita sudah mempelajari kekuatan PSBS dan siap menghadapi laga besok,” ujarnya.

Ia juga mengakui performa tim pada pertandingan sebelumnya belum memuaskan. Karena itu, evaluasi difokuskan pada pembenahan kesalahan mendasar serta peningkatan mental bertanding para pemain.

Salah satu perhatian utama Persik adalah rapuhnya lini belakang. Marcos menegaskan bahwa kebobolan bukan hanya tanggung jawab pemain bertahan atau penjaga gawang, melainkan hasil dari kurang solidnya kerja tim secara keseluruhan.

“Kita harus memperbaiki lini belakang agar lebih baik. Setiap hari kita berusaha melakukan pembenahan,” katanya.

Persik juga dihadapkan pada persoalan cedera pemain. Bek kiri Rezaldi Hehanussa dipastikan absen setelah mengalami cedera otot. Sementara itu, Rendy dan Yoga Adiatama juga belum bisa dimainkan karena kondisi yang sama. Situasi ini membuat Persik harus mencari alternatif, dengan kemungkinan menempatkan Rifki Ray atau Henhen Herdiana di posisi yang bukan peran aslinya.

Di sisi lain, PSBS Biak datang dengan tekanan yang tidak kalah besar. Tim asal Papua itu belum meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir, sehingga posisi mereka di papan bawah klasemen semakin terancam.

Pelatih PSBS, Marian Mihail, menyadari pertandingan di Kediri akan menjadi tantangan berat bagi timnya. Ia menilai Persik yang berada di papan tengah klasemen bisa bermain lebih lepas tanpa tekanan besar.

“Mereka berada di papan tengah klasemen. Itu membuat mereka bisa bermain lebih santai tanpa tekanan, dan hal itu bisa meningkatkan kepercayaan diri mereka,” ujar Mihail.

Meski demikian, Mihail memastikan timnya telah melakukan sejumlah perbaikan, terutama di sektor pertahanan yang selama ini menjadi titik lemah.

“Kami melakukan persiapan dengan baik dan sudah memperbaiki kesalahan di lini belakang. Kami berharap besok bisa memberikan yang terbaik. Semua pemain juga dalam kondisi baik,” katanya.

Pertandingan ini menjadi kesempatan penting bagi kedua tim untuk memutus tren buruk. Persik ingin kembali ke jalur kemenangan di hadapan pendukung sendiri, sementara PSBS bertekad mengakhiri puasa kemenangan yang sudah berlangsung enam laga.

Laga di Stadion Brawijaya pun diprediksi akan menjadi pertarungan mental dan disiplin permainan, terutama di sektor pertahanan yang sejauh ini masih menjadi pekerjaan rumah bagi kedua tim.

jurnalis : Sigit Cahya Setyawan