KEDIRI – Menghadapi tim papan bawah tak selalu berarti jalan mudah. Itulah pelajaran pahit yang harus diterima Persik Kediri usai tumbang 1-2 dari Persis Solo di Stadion Manahan, Sabtu (1/3).
Ironisnya, Macan Putih sempat unggul jumlah pemain di menit-menit akhir laga. Namun alih-alih memanfaatkan momentum, mereka justru kebobolan melalui serangan balik cepat yang berujung kekalahan.
Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah tampil agresif. Serangan melalui sisi sayap terbukti efektif merepotkan lini belakang Persik. Pergerakan Althaf Indi dan Dimitri Lima beberapa kali memaksa barisan pertahanan tamu bekerja ekstra keras.
Gol yang ditunggu publik Manahan akhirnya tercipta pada menit ke-23. Umpan matang di dalam kotak penalti sukses diselesaikan dengan tenang oleh Bruno Gomes. Skor berubah 1-0 untuk Persis.
Tertinggal satu gol, Persik mulai menemukan tempo permainan. Tekanan demi tekanan dibangun lebih terstruktur. Hasilnya terlihat pada menit ke-31 ketika striker andalan mereka, Joss Enrique, memaksimalkan umpan terukur dari Ezra Walian. Penyelesaian klinisnya membuat kedudukan kembali imbang 1-1.
Hingga turun minum, Persis tetap tampil efektif, meski skor tak lagi berubah.
Babak Kedua: Dominan Tanpa Penyelesaian
Memasuki paruh kedua, Persik tampil lebih percaya diri. Penguasaan bola meningkat signifikan. Serangan dibangun lewat kombinasi permainan Ezra dan Ernesto Gomes yang berusaha membongkar pertahanan tuan rumah.
Namun solidnya lini belakang Persis membuat setiap peluang gagal dikonversi menjadi gol. Beberapa percobaan dari luar kotak penalti maupun skema bola mati tak membuahkan hasil.
Situasi berubah drastis pada menit ke-85. Althaf Indi menerima kartu merah setelah kedapatan sengaja menyentuh bola di kotak penalti. Persis harus bermain dengan 10 orang, dan Persik mendapatkan hadiah penalti—momen yang seharusnya menjadi titik balik.
Sayangnya, peluang emas itu terbuang sia-sia. Eksekusi Ezra Walian berhasil ditepis secara gemilang oleh penjaga gawang Muhammad Riyandi.
Hanya berselang satu menit dari kegagalan penalti, petaka datang bagi Persik. Dalam skema serangan balik cepat, Roman Papariga berhasil memanfaatkan kelengahan lini belakang dan mencetak gol pada menit ke-86.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-1 dan membungkam asa tim tamu.
Pelatih Persik mencoba merespons cepat dengan memasukkan Rodrigo Dias dan Bayu Otto guna menambah daya gedor. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan tercipta.
Evaluasi dan Dampak Kekalahan
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Persik. Menghadapi tim penghuni dasar klasemen dan bahkan unggul jumlah pemain di akhir pertandingan, mereka gagal mengonversi momentum menjadi kemenangan.
Beberapa catatan penting dari laga ini:
-
Kurangnya efektivitas dalam penyelesaian akhir
-
Gagal memaksimalkan situasi penalti
-
Konsentrasi menurun saat unggul jumlah pemain
-
Rentan terhadap serangan balik cepat
Di sisi lain, Persis menunjukkan determinasi tinggi dan efektivitas luar biasa dalam memanfaatkan peluang. Kemenangan ini menjadi suntikan moral penting bagi mereka dalam upaya keluar dari zona bawah klasemen.









