Wujud Kepedulian Sosial, Bank Jatim Berikan Bantuan Kacamata Gratis untuk Pelajar di Kediri

✓ Link berhasil disalin

KEDIRI – Gangguan penglihatan masih menjadi persoalan yang dialami banyak pelajar dan kerap luput dari perhatian. Berangkat dari kondisi tersebut, Bank Jatim melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 menggandeng Bank NTB Syariah dan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) untuk menyalurkan bantuan kacamata gratis bagi siswa di Jawa Timur.

Penyerahan bantuan secara simbolis berlangsung di Bank Jatim Cabang Kediri, Kamis (23/7), sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-65 Bank Jatim yang diperingati setiap 17 Agustus.

Vice President Corporate Secretary Bank Jatim, Fenty Ricshana, mengatakan program tersebut menjadi wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.

“Melalui momentum HUT ke-65 ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus menunjukkan bahwa Bank Jatim hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda hingga generasi yang lebih senior,” ujar Fenty.

Menurutnya, kesehatan mata memiliki peran penting dalam menunjang proses belajar. Karena itu, bantuan kacamata diharapkan mampu membantu siswa yang mengalami gangguan penglihatan agar dapat mengikuti pelajaran dengan lebih optimal.

“Tidak sedikit anak yang mengalami kendala melihat saat belajar. Dengan bantuan kacamata ini, kami berharap mereka bisa belajar lebih nyaman dan meraih prestasi yang lebih baik,” katanya.

Pada tahun ini, Bank Jatim menyalurkan bantuan kacamata kepada pelajar SD dan SMP di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Khusus kolaborasi bersama Bank NTB Syariah, bantuan diberikan kepada 220 siswa yang tersebar di 16 kabupaten/kota, termasuk wilayah Kediri Raya yang meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Nganjuk, Ponorogo, Pacitan, dan sejumlah daerah lainnya.

Program sosial tersebut merupakan agenda rutin Bank Jatim dalam setiap peringatan hari jadinya. Jika pada tahun sebelumnya bantuan difokuskan pada operasi katarak bagi masyarakat lanjut usia, kali ini perhatian diarahkan kepada pelajar yang membutuhkan alat bantu penglihatan.

Branch Manager Bank NTB Syariah Surabaya, Asrul Akbar, menilai kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian dunia perbankan terhadap kualitas pendidikan.

“Bank yang baik tidak hanya diukur dari kinerja keuangan, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Pelajar adalah generasi penerus yang harus mendapat dukungan agar bisa belajar secara maksimal,” ujarnya.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, proses pelaksanaan dilakukan bersama Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Timur. Kepala Perwakilan IZI Jawa Timur, Helmi Bahtiar, menjelaskan setiap calon penerima terlebih dahulu mengikuti proses penjaringan dan pemeriksaan kesehatan mata.

“Tahapannya dimulai dari screening calon penerima, dilanjutkan pemeriksaan mata, kemudian penyaluran bantuan kacamata,” jelas Helmi.

Selain di Kota Kediri, pemeriksaan mata juga dilaksanakan di Ponorogo dan Pacitan. Mayoritas penerima merupakan siswa sekolah dasar, meski program ini juga menyasar pelajar tingkat SMP.

Program tersebut mendapat apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Kediri. Kasubbag Umum Dinas Pendidikan Kota Kediri, Agung Sugiyanto, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu siswa yang mengalami gangguan penglihatan sehingga dapat mengikuti kegiatan belajar dengan lebih baik.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan bersama Dinas Kesehatan juga rutin melakukan pemeriksaan kesehatan mata di sekolah melalui puskesmas. Jika ditemukan indikasi gangguan penglihatan, orang tua akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Selain itu, pihaknya terus mengingatkan pentingnya membatasi penggunaan gawai pada anak sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan mata.

Temuan di lapangan menunjukkan masih banyak siswa yang selama ini mengalami gangguan penglihatan tanpa disadari. Kepala SD Negeri Kunjang 1, Partini, mengungkapkan enam siswanya mengikuti program tersebut dan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi mata yang beragam, mulai dari rabun dekat hingga minus empat disertai silinder.

Bahkan, terdapat siswa yang selama ini kesulitan melihat tulisan di papan tulis, tetapi baru mengetahui penyebabnya setelah menjalani pemeriksaan mata.

“Kami terus mengimbau agar penggunaan gadget dibatasi. Namun, pengawasan paling utama tetap berada di tangan orang tua,” katanya.

Partini berharap program pemeriksaan mata dan bantuan kacamata dapat terus berlanjut karena masih banyak siswa yang belum pernah memeriksakan kesehatan matanya.

Salah satu penerima bantuan, Laila Eka Nur Ramadina, siswi kelas VI SD Negeri Kunjang 1, mengaku baru mengetahui dirinya mengalami gangguan penglihatan setelah mengikuti pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan Laila memiliki kelainan refraksi berupa mata plus 0,75 dan plus 0,25 dengan silinder 1,75 sehingga membutuhkan kacamata.

“Saya selama ini kesulitan melihat tulisan di papan tulis. Senang sekali mendapat bantuan kacamata dan alat tulis,” ungkapnya.

Bagi Laila, bantuan tersebut bukan hanya sekadar sepasang kacamata, tetapi juga kesempatan untuk kembali belajar dengan lebih nyaman. Melalui program CSR HUT ke-65 ini, Bank Jatim bersama Bank NTB Syariah dan Inisiatif Zakat Indonesia berharap semakin banyak pelajar memperoleh akses terhadap pemeriksaan kesehatan mata dan bantuan kacamata, sehingga gangguan penglihatan tidak lagi menjadi hambatan dalam menempuh pendidikan dan meraih cita-cita.

 

jurnalis : Anisa Fadila

✓ Link berhasil disalin