KEDIRI – Map berisi curriculum vitae (CV) dan surat lamaran menjadi “tiket” harapan bagi ribuan pencari kerja yang memadati Graha Smeksa SMKN 1 Kediri, Rabu (22/7). Sejak pagi, mereka datang dari berbagai daerah untuk mengejar peluang baru dalam Kediri Urban Job Fair 2026, bursa kerja yang menghadirkan lebih dari 4.500 lowongan dari sekitar 50 perusahaan.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147 itu digelar secara gratis. Selain membuka kesempatan rekrutmen langsung, pemerintah juga menghadirkan berbagai layanan pendukung, mulai dari Career Talk, pembuatan kartu AK-1, layanan Simonik, hingga hiburan musik akustik.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, perkembangan teknologi telah mengubah wajah dunia kerja sehingga dibutuhkan ruang yang mampu mempertemukan perusahaan dan pencari kerja secara langsung.
“Harapannya, perusahaan dan para pencari kerja bisa saling bertemu,” ujar Vinanda saat membuka kegiatan.
Menurutnya, perusahaan dapat menemukan calon tenaga kerja yang memiliki kompetensi, karakter, dan keterampilan sesuai kebutuhan. Di sisi lain, pencari kerja memperoleh kesempatan bertemu langsung dengan perusahaan yang sejalan dengan bidang keahlian dan minat mereka.
Vinanda menegaskan, penyelenggaraan job fair merupakan salah satu langkah nyata Pemerintah Kota Kediri dalam menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil. Pada 2025, TPT Kota Kediri turun dari 3,91 persen menjadi 3,76 persen, menjadikannya sebagai daerah dengan tingkat pengangguran terendah kedua di Jawa Timur setelah Kota Batu.
“Tahun ini TPT kita menurun. Tentunya kami akan terus mengupayakan agar target pada tahun ini dapat terus menurun,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja Kota Kediri Eko Lukmono Hadi menjelaskan, Kediri Urban Job Fair telah menjadi agenda tahunan yang dinilai efektif mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja.
“Upaya menekan tingkat pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan partisipasi angkatan kerja di daerah,” ujarnya mengenai tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per 1 Desember 2025, jumlah pengangguran di Kota Kediri tercatat 6.314 orang, turun 176 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga hari pelaksanaan, sebanyak 3.384 pencari kerja telah mendaftarkan diri melalui aplikasi yang disiapkan panitia.
Menurut Eko, pemerintah tidak hanya mengandalkan penyelenggaraan job fair. Berbagai langkah lain juga dilakukan melalui kolaborasi dengan dunia usaha, seperti memperluas penyebaran informasi lowongan kerja, mempermudah penerbitan kartu AK-1, memanfaatkan media sosial sebagai kanal informasi, hingga memberikan pelatihan menghadapi proses rekrutmen dan wawancara kerja.
“Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kota Kediri untuk menekan angka pengangguran. Selain melalui penyelenggaraan job fair, kami juga berkolaborasi dengan berbagai perusahaan di Kota Kediri,” jelasnya.
Ke depan, pemerintah juga akan menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) serta pelaku usaha untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja. Langkah tersebut diharapkan mampu menyelaraskan program pelatihan kerja dengan kebutuhan industri sehingga lulusan lebih siap memasuki pasar kerja.
Semangat para pencari kerja pun terlihat di setiap sudut lokasi acara. Salah satunya Najwa Viki (23), warga Kabupaten Nganjuk, yang datang mengikuti job fair pertamanya setelah lulus dari UIN Kediri pada 2025.
“Tujuan saya ke sini untuk mencari peruntungan juga, melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar,” tuturnya.
Lulusan Pendidikan Bahasa Inggris itu mengaku menyiapkan diri selama tiga hingga empat hari. Ia menyortir perusahaan yang sesuai, memperbarui CV, menyusun surat lamaran, hingga melengkapi dokumen pendukung. Dari enam berkas lamaran yang dibawanya, empat langsung diserahkan kepada perusahaan yang dinilai sesuai dengan kualifikasinya.
Baginya, job fair menjadi kesempatan untuk bertemu banyak perusahaan dalam satu tempat sekaligus membuka peluang memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan passion dan cita-citanya.
Antusiasme ribuan peserta yang memenuhi Graha Smeksa menjadi potret bahwa harapan akan pekerjaan yang layak masih begitu besar. Di tengah tumpukan CV dan deretan stan perusahaan, Kediri Urban Job Fair 2026 bukan sekadar ajang rekrutmen, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan harapan para pencari kerja dengan kebutuhan dunia industri, sekaligus memperkuat langkah pemerintah dalam menekan angka pengangguran di Kota Kediri.
jurnalis : Anisa Fadila



